Sekda Natuna : 4.838 Penduduk Natuna “MISKIN”

oleh
Sekda Natuna Wan Siswandi, Kadis SP3A Kartina Riawita, Para Undangan dan Peserta Pelatihan Keterampilan Berusaha Bagi Keluarga Miskin Kabupaten Natuna. (Foto : Bernard Simatupang)
– Kegiatan Pelatihan Keterampilan Berusaha “BAGI KELUARGA MISKIN”.

SIJORIKEPRI.COM,NATUNA — Pembangunan kesejahteraan sosial merupakan perwujudan dari upaya mencapai tujuan bangsa, sebagaimana yang diamanatkan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, tentang kesejahteraan social, yang menyebutkan, bahwa penyelenggaraan kesejahteraan sosial adalah upaya yang terarah, terpadu dan berkelanjutan yang dilakukan pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat.

Hal ini dikatakan Bupati Natuna, Drs. H. A. Hamid Rizal M.Si, yang diwakili Sekda Natuna, Wan Siswandi S.Sos M.Si, dalam kata sambutannya, sekaligus membuka secara resmi Pelatihan Keterampilan Berusaha Bagi Keluarga Miskin Kabupaten Natuna Tahun 2017, yang diselenggarakan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, di Aula Asrama Haji Natuna Gerbang Utaraku (NGU), Ranai, Senin, (20/11/2017).

Sebagaimana kita ketahui, kata Sekda, yang akrab disapa, Wansis, Indonesia merupakan salah satu dari sekian negara berkembang yang mempunyai permasalahan, yang terdapat pada negara berkembang adalah kemiskinan. Dengan adanya kemiskinan, maka akan mempengaruhi tujuan cita-cita negara yaitu menghambat terwujudnya kesejahteraan sosial masyarakat.

“Kabupaten Natuna merupakan daerah terdepan dan terluar, yang mempunyai potensi dan sumber daya alam yang melimpah. Sehingga Kabupaten Natuna pada akhir-akhir ini menjadi prioritas pembangunan nasional. Dalam rangka mendukung pembangunan tersebut, pemerintah daerah tidak luput dalam pengentasan kemiskinan,” ujarnya.

Dikatakannya lagi, Kabupaten Natuna dengan jumlah penduduk pada tahun 2016 berjumlah kurang lebih 75.282 jiwa, yang terdiri dari penduduk dibawah garis kemiskinan berdasarkan Basis Data Terpadu (BDT) tahun 2016, sejumlah 4.838 jiwa atau sebesar 6,43%.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, tambah Wansis, pemerintah pusat maupun daerah membuat suatu program dalam penanggulangan kemiskinan, seperti yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2009 pasal 12 ayat 1 bagian (a) “Memberdayakan seseorang, keluarga, kelompok dan masyarakat yang mengalami masalah kesejahteraan sosial agar mampu memenuhi kebutuhannya secara mandiri”.

“Paradigma terhadap penanganan masalah sosial tidak saja terfokus pada substansi kemiskinan, tetapi sudah bergeser pada pembangunan keluarga atau “Family Resilienci” (Ketahanan Keluarga), yaitu kemampuan keluarga dalam mengelola sumber daya yang dimiliki, serta menanggulangi masalah yang dihadapi untuk dapat memenuhi kebutuhan fisik maupun psikososial keluarga, yang salah satunya media solusi alternatif adalah melalui pelatihan keterampilan,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kadis SP3A) Kabupaten Natuna, Hj Kartina Riawita, dalam laporannya menyampaikan, bahwa tujuan Pelaksanaan Pelatihan Keterampilan Berusaha Bagi Keluarga Miskin Kabupaten Natuna Tahun 2017 adalah menumbuhkan serta meningkatkan keterampilan keluarga miskin dalam mengembangkan usaha mereka untuk dapat melaksanakan fungsi sosialnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar secara mandiri.

Kegiatan ini berlangsung selama 5 hari, yaitu mulai tanggal 20 hingga 24 November 2017, dengan biaya bersumber dari APBD Kabupaten Natuna Tahun 2017.

“Adapun peserta yang mengikuti pelatihan ini berjumlah 42 orang dari 12 Kecamatan, dengan narasumber, Pejabat Dinas Sosial Provinsi Kepri, Pejabat Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Natuna, Praktisi Ella Makeup Wedding,” terangnya.

Tampak hadir dalam acara tersebut, Sejumlah Pimpinan OPD dilingkungan Pemkab Natuna dan para peserta lelatihan. (SK-Nard)

 

Click to rate this post!
[Total: 0 Average: 0]