Seknas Jokowi Akan Perjuangkan BBM Bagi Nelayan Anambas, Hingga Sampai ke Meja Presiden

oleh
Ketua Seknas Jokowi Kabupaten Kepulauan Anambas, Ulun Komarudin. (Foto : Seknas Jokowi)

TANJUNG PINANG – Kenaikan dan kelangkaan BBM bukan hanya masalah local, akan tetapi sudah menjadi masalah nasional, bahkan dikait-kaitkan dengan dunia internasional, perang Ukraina versus Rusia. 

Indonesia, bukan sekali ini saja penyesuaian harga BBM dilakukan oleh pemerintah, mungkin sudah 2 (dua) atau 3 (tiga) kali dalam kurun waktu hampir 10 Tahun ini. 

Diakui, bahwa BBM merupakan salah satu faktor penting dan utama didalam mendukung segala lini aktivitas mobilisasi, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dilema seperti ini memang seharusnya disikapi secara arif dan bijaksana.

Ulun Komarudin, selaku Ketua DPD Sekretaris Nasional (Seknas) Jokowi Kabupaten Kepulauan Anambas, berdasarkan SK DPD Seknas Jokowi Kepulauan Riau nomor : 010/SK/SEKNAS JOKOWI KEPRI/2022, telah melakukan upaya untuk mengakomodir harapan masyarakat nelayan, terutama di Kabupaten Kepulauan Anambas, dengan mengangkat permasalah BBM bagi nelayan melalui jejaring Seknas Jokowi pada Forum Grup Discusion beberapa waktu yang lalu, di Tanjung Pinang.

BACA JUGA :  Kapal Pukat Beroperasi, “NELAYAN ANAMBAS MENGADU KE JUMAGA”

Menurut Ulun Komarudin, membantu dan tegak lurus dengan pemerintah adalah kewajiban seluruh rakyat. Oleh sebab itu, sudah saatnya Ulun, panggilan akrabnya di Tarempa, menyatakan diri akan berupaya dan berusaha membantu pemerintah, menjadi perekat antara masyarakat dengan pemerintah daerah.  

“Membantu pemerintah, menolong masyarakat merupakan slogan sederhana,” kata Ulun, Ketua DPD Seknas Jokowi Kabupaten Kepulauan Anambas ini. 

Lebih lanjut Ulun mengatakan, kenaikan harga, bukan hanya BBM. Tidak ada yang murah di Kabupaten Kepulauan Anambas. Bahkan ikan pun menjadi mahal saat BBM tidak ada. 

“Oleh sebab itu, DPD Seknas Jokowi Kabupaten Kepulauan Anambas, akan melakukan rekruitmen anggota Persaudaraan Nelayan Bagan se-Kabupaten Kepulauan Anambas. Sehingga nantinya apa-apa yang diharapkan oleh nelayan Bagan di Kabupaten Kepulauan Anambas akan terorganisir dan tidak terpecah oleh kepentingan, dan hal ini akan disampaikan hingga ke meja Presiden RI,” ungkap mantan prajurit POM AL ini.

Disinggung masalah kepentingan, Ulun menjelaskan, bahwa DPD Seknas Jokowi Kabupaten Kepulauan Anambas, tidak berbicara dan berbuat atas dan untuk nama kepentingan. Baik kepentingan politik maupun kepentingan pribadi. 

BACA JUGA :  Seknas Jokowi Prihatin Dengan Pengelolaan Pelabuhan Tarempa

Seknas Jokowi adalah organisasi masyarakat. Milik masyarakat yang mengutamakan kepentingan bersama dan memiliki nilai juang yang sama, sehingga sama-sama merasakan hasil perjuangan.  

“Jadi siapa saja boleh bergabung, karena JOKOWI adalah ‘Jaringan Organisasi Komunitas Warganegara Indonesia’. Jadi jelas, bahwa kami mengedepankan komunikasi,” ujar Ulun. 

Ditanya masalah program, Ulun Komarudin menyatakan, bahwa banyak program di Seknas Jokowi, salah satunya adalah masalah budaya dan ketahanan pangan. 

Strategi yang akan dilakukan adalah membumikan Pancasila di pulau-pulau kecil, dan menyelesaikan permasalah BBM bagi nelayan Bagan segera dituntaskan. Setelah data pemilik Bagan dan nelayannya terangkum menjadi satu, selanjutnya akan dibawa ke DPN Seknas Jokowi Pusat di Jakarta untuk diteruskan ke Presiden RI. 

“Kami akan kawal terus permasalahan ini sampai terpenuhinya kuota BBM bagi nelayan Bagan di Kabupaten kepulauan Anambas sebanyak 315 Ton per bulan untuk 450 buah Bagan yang ada di Anambas,” papar pria, pemerhati Nelayan Anambas ini.

BACA JUGA :  PALAB Prihatin, 6 Anak Terancam “PUTUS SEKOLAH di ANAMBAS”

“Mohon doa restunya dari kawan-kawan media, semoga Indonesia segera pulih dan semakin kuat menghadapi masalah yang datang silih berganti,” harap Ketua DPD Seknas Jokowi Anambas 2022. (Red)

Shares

No More Posts Available.

No more pages to load.