Sempat Larikan Diri, Otak Pelaku TPPU dan Pengendali Pengedar Narkoba Asal Medan Ditangkap

oleh
Wakapolda Riau, Brigjen Pol Tabana Bangun, bersama tersangka Narkoba. (Foto : Ist)

Sijori Kepri, Pekan Baru — Sempat melarikan diri, otak pelaku Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan juga pengendali pengedar Narkoba berinisial MI asal Medan, Sumatera Utara, akhirnya ditangkap Tim Gabungan Polda Riau bersama barang bukti di tempat persembunyiannya di Jalan Nuansa, Desa Bahtera Makmur, Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rohil, Provinsi Riau.

Wakapolda Riau, Brigjen Pol Tabana Bangun, mengatakan, tim Gabungan Polda Riau berhasil melakukan penangkapan terhadap DPO atas nama MI di dalam sebuah Ruko Lisa Queen yang terletak di Jalan Lintas Sumatra, Bambu Kuning, Desa Bahtera Makmur, Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rohil, pada hari Selasa, 15 Maret 2022, sekira pukul 16.54 WIB.

“Dari MI, tim menyita barang bukti berupa 2 (dua) lembar kartu ATM, serta uang tunai Rp 700 juta lebih,” kata Brigjen Pol Tabana Bangun, Kamis, 19 Mei 2022.

Kronologis penangkapan berawal pada hari Kamis, 27 Januari 2022 lalu, tim Gabungan Polda Riau melakukan penggerebekan di sebuah rumah Jalan Nuansa, Desa Bahtera Makmur, Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rohil, Provinsi Riau.

BACA JUGA  Berantas Narkoba, DPRD Kepri Teken MoU dengan BNN Kepri

Saat menerobos masuk, tim mengamankan 2 (dua) orang pelaku yang diduga menjadi kaki tangan MI berinisial SAD dan RID, sedangkan MI berhasil melarikan diri. 

“Dari tangan kedua pelaku, tim menyita barang bukti berupa berupa 8 (delapan) bungkus plastik bening yang masing-masing didalamnya berisikan serpihan kristal diduga Narkotika jenis Sabu,” terang Wakapolda. 

Selanjutnya, sekira pukul 00.30 WIB, tim kembali mengamankan seorang laki-laki inisial HEN yang merupakan saudara kandung MI.

Saat digeledah, tim menyita barang bukti berupa handphone merek Samsung, serta 1 (satu) buah slip transfer BNI dengan nominal transfer Rp 40 juta.

“Saat diintrogasi, HEN mengaku disuruh oleh MI untuk mentransfer uang sebanyak Rp 40.000.000 (empat puluh juta rupiah) untuk pembayaran pembelian Sabu oleh DPO MI dan meminta mentransfer uang tersebut ke rekening bank BRI atas nama Febrya Gita Nurani,” ungkap Wakapolda.

Tidak tinggal diam, tim kemudian menyita sejumlah aset milik MI yang diduga hasil penjualan dari Narkotika berupa 4 (empat) unit mobil, 4 (empat) lembar SKGR dan 3 (tiga) unit sepeda motor.

BACA JUGA  Seorang Wanita Ditangkap di Rumah Jalan Akasia Tanjung Pinang

Diketahui, MI melakukan aksi kejahatan dengan melakukan penjualan Narkotika jenis Sabu di wilayah Riau. MI yang merupakan warga asal Sumatera Utara, yang mengendalikan peredaran Narkotika di Bumi Lancang Kuning Riau ini. 

“Kepada para pelaku, akan dijerat psal 3, 4 dan 5 Ayat (1) UU TI No 8 Tahun 2010 tentang TPPU dengan ancaman hukuman penjara paling lama 20 tahun,” pungkasnya. (Luk)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.