, ,

Seorang Wartawan Ditangkap di SP Plaza Batam

oleh
Seorang Wartawan berinisial KP (28), diringkus Satreskrim Polresta Barelang, karena diduga melakukan tindak pidana persetubuhan anak dibawah umur di Penginapan Pelita, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam. (Foto : Ist)

Sijori Kepri, Batam — Diduga melakukan kasus tindak pidana persetubuhan anak dibawah umur di Penginapan Pelita, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, seorang Wartawan berinisial KP (28), diringkus Satreskrim Polresta Barelang, saat sedang makan di daerah SP Plaza, Kota Batam.  

Kapolresta Barelang, Kombes Pol Yos Guntur, melalui Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Reza Morandy Tarigan, membenarkan adanya tindak pidana persetubuhan terhadap anak dibawah umur oleh seorang oknum Wartawan berinisial KP (28) di Penginapan Pelita, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam.  

“Saat ini Pelaku sudah diamankan dan ditahan di Rutan Polresta Barelang untuk pemeriksaan lebih lanjut,” kata Kompol Reza Morandy Tarigan, didampingi Kanit PPA Satreskrim Polresta Barelang, IPTU Dwi Dea Anggraini, dan Kasi Humas Polresta Barelang, IPTU Tigor Sidabariba, Senin, (18/10/2021).  

Kronologis kejadian berawal pada hari Jumat, (01/10/2021), sekira pukul 15.00 WIB, Korban izin untuk kerja kelompok. Namun hingga pukul 23.00 WIB, korban belum juga pulang ke rumah. Karena itu orang tua korban mencari korban sampai ke rumah teman-teman korban, akan tetapi teman-teman korban tidak mengetahuinya.  

BACA JUGA  Kapolsek Sei Beduk Dimutasi ke Polres Tanjung Pinang

“Dikarenakan orang tua korban sedang sakit, pencarian korban pun dihentikan, dan orang tua korban kembali ke rumah untuk istirahat,” ungkap Kompol Reza Morandy Tarigan.

Lalu, lanjutnya, pada hari Minggu, (03/10/2021), pukul 23.00 WIB, korban pulang ke rumah. Karena posisi orang tua korban masih sakit, maka orang tua korban menyuruh korban untuk tidur.  

Pada hari Senin, (04/10/2021), sekira pukul 09.00 WIB, orang tua korban bertanya kepada korban “Darimana Saja, Kenapa Tidak Pulang?”. Maka korban menjawab, bahwa “Korban Dibawa Oleh Pelaku Menginap di Salah Satu Penginapan di Pelita Kota Batam”.  

Lalu bertanya lagi “Apakah Korban Masih Perawan ?”. Dan oleh korban menjawab, “Korban Sudah Tidak Perawan, Dan Yang Melakukannya Adalah Pelaku KP”.  

“Mendengar keterangan korban, maka orang tua korban melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Barelang,” ujar Reza Morandy Tarigan.

Menerima Laporan adanya tindak pidana persetubuhan, Unit VI beserta Opsnal  Satreskrim Polresta Barelang melakukan penyelidikan, dan ditemukan alat bukti kuat dugaan yang menjadi pelaku perbuatan persetubuhan terhadap anak di bawah umur adalah inisial KP.  

BACA JUGA  Polsek Galang Laksanakan Cipta Kondisi di Sembulang

“Kemudian didapatkan informasi, bahwa pelaku sedang makan di daerah SP Plaza, Kota Batam. Maka Unit VI beserta Opsnal Satreskrim Polresta Barelang melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan Pelaku KP dan selanjutnya tersangka diamankan dan dibawa ke Polresta Barelang untuk dilakukan pemeriksaan, dan pelaku mengakui perbuatannya,” jelas Reza.  

Disampaikan Reza lagi, bahwa Pelaku melakukannya dengan modus mengajak korban ke dalam penginapan dengan alasan untuk menunggu teman pelaku. Namun, sesampai di kamar Hotel, pelaku mengajak korban berhubungan badan, namun korban tidak mau, maka pelaku mengancam tidak akan mengantar korban pulang.  

“Akibat ancaman pelaku, sehingga korban mau disetubuhi oleh pelaku. Setelah pelaku  selesai menyetubuhi korban, pelaku mengancam akan memukul korban jika memberitahukan kepada siapapun. Lalu pelaku memberikan uang sebesar Rp 150.000,” ujar Reza.

Atas perbuatannya, Pelaku dijerat dengan Pasal 81 Ayat (1) UU No 17 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No 23 tahun 2002, tentang perlindungan anak, Pasal 76 D ayat 1, Pasal 82 Ayat (1) UU No 17 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.  

BACA JUGA  Reskrim Polsek Lubuk Baja Amankan Pelaku Curanmor di Nagoya Permai

“Kemudian, Pasal 76 E ayat 1, dengan ancaman hukuman paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 tahun penjara,” tegas Reza Morandy Tarigan. (Wak Dar)

No More Posts Available.

No more pages to load.