SPAM Sebong Lagoi Belum Difungsikan

oleh

– Warga Tak Nikmati Air Bersih

BINTAN (SK) — Sistim Pengelolaan Air Minum (SPAM) yang berlokasi di Desa Sebong Lagoi, Kecamatan Teluk Sebong Kabupaten Bintan hingga saat ini belum difungsikan. Akibatnya warga yang berdomisili di sekitar SPAM tersebut sampai saat ini tidak bisa menikmati air bersih.

Proyek yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Cipta Karya melalui Satuan Kerja (Satker) Pemgembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum (PK PAM) Kepulauan Riau tahun 2012, menelan biaya dari APBN sekitar Rp3 miliar lebih ini seperti terbengkalai.

Dari pantauan pada hari Sabtu (11/10) kemarin, Meskipun pembangunan fisik SPAM ini sudah mencapai sekitar hampir 90 persen, namun masih ada yang kurang, seperti alat pompa air tidak ada. Kemudian, pagar pengaman kolam sumber air tidak dibangun, pipa jaringan SPAM dan mesin penyedot air tidak ada, serta pendukung alat lainnya.

Namun, didalam bangunan tersebut hanya ada sejumlah kaporit yang disimpan di dalam karung. Begitu juga dengan kondisi areal dekat bangunan sepertinya tidak terawat, karena rumput yang berada di sekitar gedung tumbuh mencapai 1/2 meter lebih.

Menurut salah seorang warga yang tinggal di dekat pembangunan SPAM menuturkan, sekjak tahun 2012 lalu, bangunan tersebut belum diserahterimakan kepada pengelolanya. Sehingga sampai dengan sekarang belum pernah difungsikan dan masyarakat tidak bisa memanfaatkannya.

“Sepertinya bangunan SPAM ini tidak terawat karena terkesan dibiarkan saja tanpa difungsikan. Kami warga disini tidak bisa menikmati air bersih ini, karena sepertinya terbengkalai dan tidak ada yang mengelola,” ujar warga tersebut.

Ketua National Corruption Watch (NCW) Kepri Mulkansyah yang ikut turun ke lokasi dan melihat dari dekat proyek tersebut merasa prihatin, karena sampai dengan sekarang SPAM tersebut tidak difungsikan.

“Kita akan mengumpul data-data dan dokumentasi dilapangan terkait dengan pembangunan SPAM ini yang sepertinya tidak terawat. Setelah lengkap kita akan melaporkannya ke pihak Kejaksaan,” ujar Mulkan.

Dia mengatakan, hampir setiap daerah di Kepri ditemukan proyek SPAM yang diduga bermasalah, seperti di Natuna yang telah menyeret Kepala Satker-nya dan kontraktor ke meja hijau yang sudah divonis bersalah oleh hakim.

Untuk itu, Mulkan berharap kepada pihak Kejaksaan agar jeli dan turun kelapangan menyikapi permasalahn pembangunan yang ada di Kepri seperti proyek SPAM dan lainnya.

“Kita akan tetap menindaklanjuti proyek SPAM yang sampai sekarang belum difungsikan, karena selama dua tahun lebih ini masyarakat sudah dirugikan dan tidak bisa menikmati air bersih,” imbuhnya. (HK/SK-001)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.