Suami Kejam Pukul “KEMALUAN ISTRI dan DALANGI ANAK JADI PENCURI”

oleh -74 views
Ilustrasi : Seorang ayah beranak dua belas di tahan karena melakukan KDRT dan Ajari anak jadi pencuri. (Foto : silampuneon)
height="100%"

LINGGA (SK) — Seorang ayah beranak dua belas melakukan KDRT serta anak dibawah umur diduga melakukan tindakan pencurian di beberapa wilayah di Dabo Singkep terpaksa ditahan, sementara ibunya saat ini masih menderita kesakitan, namun tetap setia merawat anak-anak mereka yang masih berusia dini dan baru satu orang yang telah berkeluarga.

YS (20), salah seorang anak dari pasangan Erwan dan Tini, mengaku kalau ibunya memang sering diperlakukan kasar oleh ayah kandungnya, tapi Ibunya tetap bertahan dan melarang anak-anaknya untuk menceritakan kepada siapapun. Tidak hanya kasar terhadap ibu, kadang Erwan juga berlaku otoriter terhadap anak-anaknya, termasuk yang saat ini ditahan di Mapolsek.

“Ayah memang sejak dulu sering kasar, saya hanya bersabar saja karena takut. Jika melawan kami juga akan di kasari,” ungkapnya, dan minta namanya tidak dipublikasikan.

Ayahnya terakhir mengasari Ibunya pada Sabtu (30/10/2016) lalu, beberapa hari setelah adiknya ditangkap Polisi, ceritanya lagi. Saat itu ayahnya marah-marah dan menyuruh Ibunya untuk kembali berjualan kue agar dapat bertahan hidup, karena sembilan anak mereka semuanya masih bersekolah. Walau sering dikasari ayahnya, namun Ibunya tetap tidak mau melaporkannya ke pihak yang berwajib. Tapi salah satu anak perempuannya yang masih duduk di bangku SMP Negeri, karena tidak tahan melihat Ibunya saat itu dibenturkan kepalanya ke dapur dan dipukuli alat vitalnya (Kemaluan, Red), anaknya langsung melaporkan hal tersebut kepada RT setempat untuk di laporkan ke Polisi.

“Tidak ada yang tahu adik saya melapor, kemungkinan dia sudah tak tahan lagi, jadi dia yang lapor sendiri,” terangnya.

Meski jarak rumah RT dan rumah mereka sangat jauh, katanya lagi, karena rasa sedih dan kecewa adiknya memberanikan diri untuk melapor ke perangkat setempat dan diteruskan ke Polisi, Ibunya tetap masih menolak untuk memberi keterangan atas perlakuan suaminya. Tapi setelah di nasehati oleh perangkat setempat dan anak tertuanya, baru ibu akhirnya mau memberi keterangan ke Polisi.

“Sebenarnya kami takut, karena bapak sangat kasar, itu faktor yang membuat kami takut,” paparnya.

Saat di tanya penyebab adiknya yang masih berusia 14 tahun berani melakukan tindakan pencurian, kakak perempuannya menyatakan, bahwa hal itu terpaksa dilakukan atas perintah dari ayahnya, dan kami sudah biasa di suruh-suruh, kalau kami menolak pasti di marahi dan tak jarang sampai di pukul.

“Sedihnya lagi, anak yang sudah bersekolah, pulang nya harus membawa uang untuk mencukupi kehidupan sehari-hari, hingga terlihat mental anak-anaknya sering terganggu, jika tidak bawa uang, kami dimarahi,” imbuhnya.

Kedua orang tua mereka saat ini berusia sekitar 40 tahun, anak tertua mereka berusia 21 tahun perempuan, dan anak paling kecil berusia 13 tahun dan kembar, jumlah semua anaknya 13 orang, dan satunya telah meninggal hingga hanya tinggal 12 orang.

Kasus KDRT dan pencurian tersebut saat ini masih ditangani di Polsek Dabo, untuk tindakan lebih lanjut. Untuk anak dibawah umur tersebut, saat ini dalam pendampingan KPPAD Kabupaten Lingga. (SK-Pus)

 

Click to rate this post!
[Total: 0 Average: 0]
banner 740x400 banner 740x400 banner 740x400 banner 740x400