Syamsudin Akhirnya Menikah di Polsek

oleh

– Hampir Gagal Gara-Gara Tak Lafal Ijab Kabul.

BINTAN (SK) — Muhammad Syamsudin (33), seorang tahanan jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Gunung Kijang, yang ditangkap satuan Reserse Kriminal (Reskrim) pada Sabtu (28/03/2015) malam kemarin, karena tertangkap tangan telah mencuri alat kemudi kapal milik nelayan Kawal, Kecamatan Gunung Kijang.

Sebelum ditahan oleh polisi, ternyata Syamsudin diketahui telah menjalani bimbingan untuk menikah dengan seorang perempuan bernama Siti Nurliah (32) warga Tanjung Unggat, Rt 5 Rw 6, Kota Tanjungpinang.

Uniknya, meski Syamsudin telah menyandang status sebagai tahanan polisi atas pelanggaran hukum yang dilakukannya itu, tak lantas membuat rencana pernikahannya itu dibatalkan begitu saja. Hubungan yang telah dijalaninya selama tiga tahun dengan wanita yang akrab disapa Siti itu, akhirnya tetap berlanjut hingga pengucapan ikrar suci pernikahan.

Hanya saja, suasana yang seharusnya dirasakan sebagai suatu kebahagian yang dirangkum dalam sebuah hajatan pesta. Tidak dapat dirasakan kedua mempelai tersebut. Pasalnya, pernikahan Syamsudin dan Siti dilaksanakan di mushola Mako Polsek Gunung Kijang, dan dibawah pengawasan dari jajaran kepolisian.

BACA JUGA  Polsek Gunung Kijang Singgahi Rumah Bahagia Panti Jompo Kelurahan Kawal

Setelah beberapa saat akan dimulai pengucapan ikrar suci pernikahan, Syamsudin kerap melakukan salah pengucapan. Kejadian tersebut kerap saja terjadi, hingga Penghulu dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Gunung Kijang, Zulfahri, harus menarik nafas panjang untuk menikahkan keduanya.

Dari penuturan Zulfahri, dirinya baru pertama kalinya menikahkan mempelai yang menyandang status tersangka di kantor polisi. Memang, saat hendak menikahkan mempelai di Mushola Mako Polsek Gunung Kijang, sempat terjadi kendala yang hampir saja membatalkan pernikahan keduanya.

Hanya saja, karena ketabahan dan ketekunan untuk melakukan bimbingan singkat, hingga pada akhirnya Zulfahri bisa menghalalkan keduanya dalam sebuah ikatan pernikahan.

“Memang kendala tadi tuh, karena tidak adanya bimbingan yang kita lakukan seperti mempelai lainnya sebelum menikah. Tapi alhamdulillah bisa juga ijab kabulnya si mempelai pria (Syamsudin),” tutur Zulfahri di Mako Polsek Gunung Kijang, Selasa (31/03/2015) siang.

Pernikahan yang sederhana dibawah pengawasan pihak kepolisian itu, diakui oleh Kapolsek Gunung Kijang, AKP M Sibarani, merupakan pernikahan yang pertama kalinya terjadi di kantor tempatnya ia bertugas. Hal ini tentu saja diperbolehkan, mengingat setiap hak warga negara berhak untuk dipenuhi.

BACA JUGA  Cegah Virus Corona, Polisi, TNI, dan Warga Gelar Cipkon Sehat dan Bersih

“Itu kan hak dia (Tersangka) untuk menikah, namun tetap dibawah pengawasan kita. Lagian nikahnya itu masih dilingkungan kantor juga,” tutur Sibarani.

Meskipun telah resmi menikah, kelanjutan kebahagian kedua mempelai untuk merasakan indahnya pernikahan tak membuat Syamsudin lepas dari jeratan hukum. Siti wanita yang sudah resmi dipinang oleh Syamsudin saat diwawancarai awak media mengungkapkan, semua yang dilakukan dirinya untuk menikahi kekasihnya itu sudah dilakukan dengan keikhlasan hati.

Meskipun, status suaminya itu telah menjadi tersangka, namun Siti terlihat tetap tegar tetap bahagia.

“Ini semua saya anggap hanya cobaan, saya yakin suaminya saya itu bisa berubah nantinya,” ucap Siti. (SK-DER)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.