Tak Kuat Melihat Tempat Tinggalnya Digusur, Seorang Warga Meninggal Dunia di Batam

oleh
Tak Kuat Melihat Tempat Tinggalnya Digusur, Seorang Warga Meninggal Dunia di Batam. (Foto : Ist)

Sijori Kepri, Batam — Paska Pembongkaran gedung Pasar Induk Jodoh nyaris terjadi baku hantam. Warga hampir bentrok dengan petugas dari Tim gabungan Satpol PP, TNI, Polri dan Ditpam Kota Batam yang hendak melaksanakan pembongkaran Pasar Induk Jodoh, Kota Batam, Senin, (26/7/2021), sekira pukul 10.00 WIB.  

Tim gabungan yang masuk ke lokasi penggusuran dan akan membongkar gedung Pasar Induk Jodoh dengan menggunakan 2 (dua) alat berat.  

Meski begitu, aksi ini berjalan ricuh. Pada saat pelaksanaan pembongkaran tersebut, terdapat warga yang melemparkan batu kepada petugas dan mengancam akan membakar alat berat tersebut.  

Salah seorang perwakilan warga, Boni Ginting, mengatakan, aktivitas penggusuran tersebut tidak sesuai dengan prosedur. Pasalnya, mereka belum mendapatkan verifikasi dan pengumuman.  

BACA JUGA  12 Hari Meninggal Dunia, Jaminah Belum Juga Dikebumikan

“Tanpa ada verifikasi dan pengumuman, tiba tiba ada Beko yang datang, dan ternyata Beko tersebut bukan milik pemerintah,” kata Boni.  

Dikatakan Boni, pihaknya sudah menggelar RDP pada minggu lalu, bahwa penggusuran ini belum bisa dilakukan dikarenakan masih kondisi PPKM.  

“Minggu lalu kami sudah gelar RDP. Namun hasilnya tidak akan digusur sementara waktu dikarenakan suasana masih PPKM. Tapi sekarang tiba-tiba sudah ada saja alat berat yang datang dengan tim gabungan,” ujarnya.  

Akibat penggusuran tersebut, seorang warga yang tinggal di lokasi mendadak meninggal dunia, diduga akibat serangan jantung setelah melihat tempat tinggalnya akan dihancurkan.  

Pantauan dilapangan, Tim terpadu akhirnya menghentikan penggusuran Pasar Induk Jodoh, disebabkan ada salah satu warga yang meninggal dunia akibat serangan jantung. (Wak Dar)

No More Posts Available.

No more pages to load.