,

Tanjung Pinang Kembali Raih Penghargaan KLA 2021

oleh
Wakil Wali Kota Tanjung Pinang, Endang Abdullah, saat menghadiri kegiatan penyerahan Penghargaan Kota Layak Anak (KLA) yang dilaksanakan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak secara virtual. (Foto : Prokopim TPI)

Sijori Kepri, Tanjung Pinang — Tahun ini, Kota Tanjung Pinang kembali meraih penghargaan sebagai Kota Layak Anak (KLA) 2021 kategori Madya. Penghargaan ini merupakan penghargaan ke 4 (empat) kalinya bagi kota Tanjung Pinang. Tahun lalu, Tanjung Pinang juga memperoleh penghargaan serupa untuk kategori Madya.

Wakil Wali Kota Tanjung Pinang, Endang Abdullah, mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan, stakeholder, yang sudah bersama-sama menjadikan Kota Tanjung Pinang sebagai ibukota Provinsi Kepulauan Riau kembali meraih penghargaan Kota Layak Anak (KLA) kategori Madya dan mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh anak-anak, khususnya di Kota Tanjung Pinang.

BACA JUGA  Tanjungpinang Kirim 148 Atlit Ikuti POPDA Kepri Ke VI

“Ini semua berkat kerja sama dari lapisan masyarakat. Mari kita bersama-sama menjadikan kota kita ini menjadi kota yang ramah anak, bebas kekerasan, serta hadirkan rasa nyaman kepada anak-anak kita, terkhusus anak-anak di Kota Tanjung Pinang,” ucap Endang, saat menghadiri kegiatan penyerahan Penghargaan Kota Layak Anak (KLA) yang dilaksanakan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, secara virtual di Ruang Rapat Engku Putri Raja Hamidah, Kantor Wali Kota Tanjung Pinang, Kamis, (29/07/2021).

Endang juga mengungkapkan rasa syukurnya dan akan berusaha meningkatkan target di tahun depan. “Alhamdulillah tahun ini kita dapat mempertahankan untuk mendapatkan penghargaan peringkat Madya, semoga tahun depan target kita tercapai untuk sampai pada tingkat Nindya. Memang ada komitmen bersama dengan para OPD untuk berkonsentrasi memenuhi syarat peringkat Nindya. Salah satunya kerja sama dari OPD, tingkat kelurahan, kecamatan, serta seluruh elemen masyarakat,” ungkapnya.

Menteri PPPA RI, I Gusti Ayu Bintang Darmawati, memberikan apresiasinya atas kesungguhan Kabupaten/Kota. “Ini adalah wujud komitmen tinggi oleh Pemerintah Kabupaten/Kota dalam pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak yang dinilai oleh Tim Independen menggunakan 24 indikator,” ujarnya.

BACA JUGA  Rahma Buka Bimtek Gerakan 100 Smart City

I Gusti juga menambahkan, agar penghargaan tersebut dapat menjadi dorongan untuk menjadikan program pembangunan anak sebagai prioritas untuk mewujudkan Anak Terlindungi, Indonesia Maju.

“Semoga penghargaan yang di dapat menjadi inspirasi, motivasi, kekuatan dan dorongan bagi kita semua, khususnya kepada Kabupaten/Kota dan Provinsi di seluruh Indonesia untuk menjadikan program pembangunan anak sebagai prioritas untuk mewujudkan anak terlindungi, Indonesia maju,” tutupnya.

Adapun 24 indikator penilaian dalam pemenuhan hak anak sebagai Kota Layak Anak tersebut dirangkum dalam 5 (lima) klaster kelembagaan, yakni pemenuhan perlindungan khusus, pemenuhan hak sipil dan kebebasan, hak lingkungan keluarga, dan pengasuhan alternatif.

Kemudian kesehatan dasar dan kesejahteraan, pendidikan, pemanfaatan waktu luang, dan kegiatan budaya.

Dalam pemberian predikat Kota Layak Anak ini, terdapat 5 (lima) kategori penghargaan, yakni Pratama, Madya, Nindya, Utama dan KLA. (Red)

No More Posts Available.

No more pages to load.