GESER UNTUK BACA BERITA
TANJUNG PINANG

Gubernur Ansar: Hulubalang Harus Jadi Penjaga Marwah Melayu di Tengah Tantangan Zaman

×

Gubernur Ansar: Hulubalang Harus Jadi Penjaga Marwah Melayu di Tengah Tantangan Zaman

Sebarkan artikel ini
Gubernur Ansar: Hulubalang Harus Jadi Penjaga Marwah Melayu di Tengah Tantangan Zaman
Gubernur Ansar: Hulubalang Harus Jadi Penjaga Marwah Melayu di Tengah Tantangan Zaman. (Foto : Zah)

TANJUNGPINANG โ€“ Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, menegaskan pentingnya peran hulubalang sebagai penjaga marwah Melayu di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks. Pesan itu disampaikannya saat menghadiri Pengukuhan Hulubalang Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepulauan Riau Masa Khidmat 2026โ€“2027 di Balai Adat Seri Indra Sakti, Taman Gurindam 12, Tanjungpinang, Senin, 8 Juni 2026.

Menurut Ansar, tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini tidak lagi sebatas ancaman yang terlihat secara fisik. Perubahan sosial, derasnya arus globalisasi, hingga lunturnya nilai-nilai budaya menjadi persoalan yang harus mendapat perhatian bersama.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Dalam kesempatan tersebut, Ansar mengingatkan bahwa hulubalang memiliki tugas yang jauh lebih luas daripada sekadar simbol keberanian. Dalam tamadun Melayu, hulubalang merupakan sosok yang menjunjung amanah, menjaga kehormatan negeri, serta menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat.

โ€œHulubalang memiliki posisi penting sebagai lambang kesetiaan kepada negeri, keberanian menegakkan kebenaran, serta kebijaksanaan dalam menjaga keseimbangan antara adat, syariat, dan kehidupan sosial masyarakat,โ€ kata Ansar.

Ia menilai, berbagai tantangan sosial yang muncul saat ini, mulai dari berkurangnya penghormatan kepada orang tua dan guru, maraknya fitnah serta ujaran kebencian, hingga menurunnya kebanggaan generasi muda terhadap budaya Melayu, membutuhkan figur-figur yang mampu menjadi panutan di tengah masyarakat.

Karena itu, Ansar meminta para hulubalang yang baru dikukuhkan agar tampil sebagai teladan, baik dalam akhlak, tutur kata, perilaku maupun semangat pengabdian kepada masyarakat.

โ€œHulubalang harus tampil sebagai teladan di tengah masyarakat, baik dalam akhlak, tutur kata, perilaku, maupun semangat pengabdian. Kehadiran hulubalang harus mampu menjadi penuntun dan penguat nilai-nilai kemelayuan di tengah perubahan zaman,โ€ tegasnya.

Ansar juga menegaskan bahwa Kepulauan Riau merupakan salah satu rumah besar masyarakat rumpun Melayu di Indonesia. Berdasarkan data kependudukan yang disampaikannya, suku Melayu menjadi kelompok etnis terbesar di Provinsi Kepulauan Riau dengan jumlah sekitar 652.929 jiwa atau 29,97 persen dari total penduduk.

Menurutnya, keberadaan Lembaga Adat Melayu memiliki peran strategis dalam menggali, memelihara, membina, dan mengembangkan nilai-nilai adat serta budaya Melayu agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Pada kegiatan tersebut, Dato’ Wira Setia Utama, Endy Maulidi, resmi dikukuhkan sebagai Panglima Besar Hulubalang LAM Kepulauan Riau Masa Khidmat 2026โ€“2027 berdasarkan Surat Keputusan LAM Provinsi Kepulauan Riau Nomor 2/LAM KEPRI/IV/2026 tertanggal 9 Mei 2026.

Prosesi pengukuhan dilakukan oleh Ketua LAM Kepulauan Riau, Raja Al-Hafiz Raja Ismail, melalui pemasangan pakaian kebesaran adat berupa tanjak, keris, dan tongkat komando sebagai simbol amanah dan tanggung jawab dalam menjaga marwah adat Melayu di Bumi Segantang Lada.

Menutup sambutannya, Ansar menyampaikan ucapan tahniah kepada seluruh Hulubalang LAM Kepulauan Riau yang baru dikukuhkan. Ia berharap para hulubalang dapat terus menjadi perekat sosial, penjaga harmoni masyarakat, serta pelindung nilai-nilai luhur budaya Melayu untuk generasi mendatang. ***

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100