, , ,

Temukan Kerumunan Warga, Aparat Langsung Bubarkan

oleh -647 views
Menyikapi bahaya penularan Virus Corona atau COVID-19, Polsek Balai Karimun memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak berkumpul. (Foto : Taufik)
height="100%"

Temukan Kerumunan Warga, Aparat Langsung Bubarkan
– Jika Tidak Diindahkan, Ancaman Pidana Menanti.

Sijori Kepri, Karimun — Aparat Polisi mulai tegas, menyikapi bahaya penularan Virus Corona atau COVID-19 ke tengah lapisan masyarakat. Bagi kelompok warga yang masih nekat berkumpul di tempat terbuka, akan dibubarkan.

Sebelum dibubarkan, terlebih dulu aparat masih memberi toleransi dengan imbauan humanis dan santun, tentang pentingnya social distancing. Namun, jika secara santun tidak diindahkan, aparat akan tegas melakukan pembubaran.

”Tujuan kita baik. Agar warga tidak terjangkit. Untuk sementara, mari kita membiasakan diri berkumpul di dalam rumah masing-masing,” kata Kapolsek Balai Karimun, AKP Budi Hartono, Senin, (23/3/2020).

Sikap tegas aparat membubarkan kelompok warga yang masih nekat berkumpul ini, mengacu Pasal 212 KUHP, yang berbunyi “Barang siapa yang tidak mengindahkan petugas yang berwenang yang melaksanakan tugas untuk kepentingan bangsa dan negara, bisa di pidana”.

Dalam Pasal 216 ayat (1) KUHP, yakni barang siapa dengan sengaja tidak menuruti perintah atau permintaan yang dilakukan menurut undang-undang oleh pejabat yang tugasnya mengawasi sesuatu, atau oleh pejabat berdasarkan tugasnya, demikian pula yang diberi kuasa untuk mengusut atau memeriksa tindak pidana.

”Demikian pula barang siapa dengan sengaja mencegah, menghalang-halangi atau menggagalkan tindakan guna menjalankan ketentuan undang-undang yang dilakukan oleh salah seorang pejabat tersebut, diancam dengan pidana penjara paling lama empat bulan dua minggu atau pidana denda paling banyak sembilan ribu rupiah,” jelas Budi Hartono.

Pasal 218 KUHP, yakni barang siapa pada waktu rakyat datang berkerumun dengan sengaja tidak segera pergi setelah diperintah tiga kali oleh atau atas nama penguasa yang berwenang, diancam karena ikut serta perkelompokan, dengan pidana penjara paling lama 4 bulan dua minggu atau pidana denda paling banyak sembilan ribu rupiah.

Sementara itu, sikap tegas aparat juga terjadi di lingkungan Kota Tanjungpinang, dan Kabupaten Bintan. Setiap saat, terlihat mobil patroli polisi hilir mudik. Jika menemukan ada kerumunan warga, baik di kedai kopi, atau lokasi terbuka lainnya, langsung dibubarkan. Dalam bertugas, aparat menggunakan alat pengeras suara. (Wak Fik)

Click to rate this post!
[Total: 1 Average: 5]
banner 740x400 banner 740x400 banner 740x400 banner 740x400