, ,

Terungkap Begini Modus Penipuan Lulus Masuk IPDN di Tanjung Pinang

oleh
Kasat Reskrim Polres Tanjung Pinang, AKP Rio Reza Panindra, dan Kasi Humas Polres Tanjung Pinang, IPTU Suprihadi, bersama tersangka penipuan lulus masuk IPDN. (Foto : Ist)

Sijori Kepri, Tanjung Pinang — Polres Tanjung Pinang, Polda Kepulauan Riau, akhirnya mengungkap kasus tindak pidana penipuan dan atau penggelapan, dengan modus lulus masuk IPDN, dengan tersangka berinisial VS, Jumat, (04/06/2021).

Kasat Reskrim Polres Tanjung Pinang, AKP Rio Reza Panindra, mengatakan, tersangka VS mengaku telah menerima dan menandatangani kwitansi penerimaan uang sebesar Rp 300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah) dari pelapor untuk pengurusan lulus masuk IPDN atas nama inisial YZ (anak pelapor).

“Tersangka VS juga mengaku menyerahkan uang sebesar Rp. 60.000.000,- kepada pengajar dan kasi pemegang soal seleksi penerimaan IPDN atas nama inisial A dan uang sebesar Rp 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah) kepada Dosen dan Kabag IPDN atas nama inisial Z. Sedangkan sisanya dipergunakan untuk transportasi dirinya ke Jakarta dan Bandung,” kata AKP Rio Reza Panindra, didampingi Kasi Humas Polres Tanjung Pinang, IPTU Suprihadi, Jumat, (04/06/2021).

BACA JUGA  Krisis Air Bersih, Polres Natuna Gelar Sholat Istisqa Bersama

Kronologis kejadian berawal pada bulan Maret 2019, saudara DW (pelapor) mengatakan kepada anak pelapor yang bernama YZ, bahwa tantenya berinisial VS bisa memasukkan seseorang untuk masuk ke jenjang pendidikan IPDN. Kemudian pelapor langsung melakukan pertemuan dengan terlapor VS di salah satu cafe di Jalan Basuki Rahmat.

Setelah bertemu tersangka VS, tersangka meyakinkan pelapor, bahwa anak pelapor bisa masuk IPDN. Dan setelah beberapa kali pertemuan, pada hari Rabu tanggal 10 April 2019 sekira pukul 09.00 WIB di Jalan DI Panjaitan Km 7 Kota Tanjung Pinang, pelapor menyerahkan uang sebesar Rp 300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah) kepada tersangka VS, agar dapat menguruskan anaknya masuk pendidikan IPDN.

Sekira bulan Mei 2019, anak pelapor mengikuti proses ujian Teknis Kemampuan Dasar (TKD) dan anak pelapor tidak lulus. Kemudian pelapor memberi tahu tersangka VS dan tersangka menjawab “nanti bisa lewat jalur belakang begitu sudah mengikuti pelantikan siswa dan tunggu saja nanti di Bandung”.

No More Posts Available.

No more pages to load.