,

Terungkap, Ini Pelaku Penebasan dan Penembakan Warga di Lahan ex PT TDA Lampung Tengah

oleh
Ilustrasi Penebasan dan Penembakan Warga Kampung Suka Jaya di Lahan ex PT TDA Kabupaten Lampung Tengah. (Foto : Ist)

LAMPUNG TENGAH — Pelaku penebasan dengan golok pada warga Kampung Suka Jaya, Kecamatan Anak Ratu Aji, Kabupaten Lampung Tengah ternyata keponakan oknum warga yang mengklaim menguasai lahan sawit di areal lahan ex PT TDA (PT Tris Delta Agrindo). 

Hal itu berdasarkan keterangan warga berinisial KI rekan DR, bahwa pelaku penebasan terhadap DR bernama Tain, yang merupakan keponakan dari oknum warga yang mengklaim menguasai Kebun Sawit di lahan ex TDA. 

“Kemaren malam Tain keponakan Yanto bewok datang ke rumah mertua saya. Taim bilang ke mertua saya bahwa dia mencari saya. Taim bilang dia membawa petugas ke areal perkebunan sawit,” terang KI teman DR, Sanin, 28 November 2022.

Hal yang sama dikatakan oleh orang tua Eko bernama Sipon. Disampaikan oleh Sipon, bahwa Tain mendatanginya di rumahnya dan menanyakan anaknya bernama Eko.

“Saya tahu motor anak saya di areal karena Tain ke rumah. Anak saya dibilang nyuri sawit di areal bekas lahan PT. Pas saya jemput anak saya, motornya udah di bacok bannya,” kata Sipon.

Sementara DR menjelaskan, DR memang mengenali pelaku pembacokan terhadap dirinya yang terjadi pada Minggu sore 27 November 2022 kemarin. Akan tetapi, DR takut mengungkapkan identitas pelaku, karena keluarganya takut diintimidasi pelaku. 

BACA JUGA :  40 Hektar Lahan ex TDA di Lampung Tengah Dipatok Warga

“Sebenarnya saya kenal yang menebas saya pake golok kemaren, pelakunya Tain keponakan Yanto. Satunya yang nenteng senjata laras panjang, satunya lagi sepertinya warga Suka Jaya juga,” jelas DR.

Sebelumnya, Orang tak dikenal (OTK) menebas warga dengan golok di lahan ex PT Tris Delta Agrindo (TDA), Kabupaten Lampung Tengah. Beruntung, tebasan golok dapat ditangkis, Minggu, 27 November 2022, sore. 

Selain ditebas dengan golok, warga asal Kampung Suka Jaya, Anak Ratu Aji, Lampung Tengah itu, ditembaki senjata laras panjang diduga oknum bayaran oleh orang yang mengklaim memiliki Kebun Sawit di areal lahan ex TDA tersebut. 

Salah satu pengurus tim penyelesaian serta penertiban lahan ex TDA, Ediyanto, membenarkan kejadian penebasan dan penembakan warga Kampung Sukajaya oleh OTK sebanyak 3 (tiga) orang dengan wajah tertutup masker. 

“Ya, tadi sore ada warga menghubungi saya, mereka mengaku ditebas dengan golok dan ditembaki dengan senjata laras panjang saat mereka meleles sawit di areal lahan ex TDA itu, tapi ga kena,” kata Ediyanto, Minggu,27 November 2022, malam.

Selain itu, lanjut Edi, ada seorang warga Kampung Sukajaya juga memberitahu, bahwa motor warga tersebut bannya dibacok oleh seseorang yang belum diketahui pelakunya saat diparkirkan di dalam perkebunan sawit lahan ex TDA.

BACA JUGA :  Kasus Korupsi di Dispora Kepri Segera Disidangkan, 5 Tersangka Akan Dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Tanjung Pinang

“Ada juga warga menceritakan dengan saya, bahwa ban motornya robek dibacok orang saat dia mencari rumput di areal lahan ex TDA, tapi warga itu tidak tahu pelakunya,” imbuhnya. 

Saat dikonfirmasi, seorang warga inisial DR mengaku diserang oleh 3 (tiga) orang tak dikenal, salah satunya menebaskan golok ke lehernya namun berhasil ditangkis. 2 (dua) orang lainnya menenteng senjata laras panjang, karena takut ia melarikan diri dan ditembaki oleh OTK tersebut.

“Hampir saya mati ditebas golok, untung saya tangkis, goloknya jatuh. Udah itu saya lari, saya dilempar pake golok tapi ngga kena dan saya dengar mereka nembak, dor dor dor suaranya, untung saya ngga kena,” ungkap DR.

DR menjelaskan, setelah kejadian itu, isterinya didatangi Ketua RT bernama Sur, Ketua RT itu menyampaikan pada isterinya agar DR diminta datang ke rumah Ketua RT sehabis magrib.

“Saya disuruh Pak RT ke rumahnya. Kata Pak RT, Matori adeknya Yanto laporan ke Pak RT bahwa saya dituduh ngambil sawitnya Yanto di lahan bekas PT TDA, setelah saya datang ke rumah RT, Matorinya ngga ada,” jelasnya.

BACA JUGA :  Hendak Jual Kayu Ilegal Logging ke Kecamatan Meral, 3 Pelaku Ditangkap

Dalam hal itu, Ketua RT, Sur mengungkapkan, ia mengaku tidak paham terkait persoalan Matori dengan DR yang meminta dirinya agar DR dipanggil ke rumahnya, karena DR dirasa adalah warganya, sehingga ia memanggilnya. 

“Saya ngga tahu persoalannya, saya diminta Matori adeknya Yanto memanggil si … DR, tapi setelah … DR saya panggil dan sekarang disini, malah Matorinya ngga mau kesini. Saya jemput Matorinya di rumah Yanto, dia ngga mau, ya sudah selesai lah, karena apa yang mau dibahas kalau Matorinya ngga datang,” tandasnya. (Tri)

Shares

No More Posts Available.

No more pages to load.