Tidak Bisa Nahan Nafsu Birahi, Pria Ini Cabuli Tujuh Anak Dibawah Umur

oleh -97 views
Kabid Humas Polda Kepri Harry Goldenhardt, didampingi Dirreskrimum Polda Kepri Arie Dharmanto dan Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Kepri Dhani Catra Nugraha, bersama tersangka pencabulan dan menunjukkan barang bukti. (Foto : Humas Polda Kepri)

Tidak Bisa Nahan Nafsu Birahi, Pria Ini Cabuli Tujuh Anak Dibawah Umur

SIJORIKEPRI.COM, BATAM — Tidak bisa menahan nafsu birahi, seorang pria berinisial S alias F alias FIR alias LE, tega mencabuli tujuh anak dibawah umur. Korban berjenis kelamin wanita ini adalah K (6), A (7), N (13), A (5), S (8), H (9) dan S (8).

Saat ini, pelaku yang telah ditetapkan tersangka pencabulan ini telah diamankan oleh Ditreskrimum Polda Kepri, Senin, (20/1/2020), berdasarkan Laporan polisi nomor LP-B/06/I/2020/SPKT-Kepri.

Dalam keterangan pers, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S S.IK M.Si, didampingi Dirreskrimum Polda Kepri Kombes Pol Arie Dharmanto S.Sos S.IK dan Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Kepri AKBP Dhani Catra Nugraha SH SIK MH, Jumat, (24/1/2020), mengatakan, kejadian berawal pada bulan Desember 2019, seorang korban anak perempuan berusia 7 tahun berinisial S menyampaikan kepada orang tuanya karena mengeluh sakit pada bagian kemaluannya.

Namun korban belum mau menceritakan apa yang sebenarnya terjadi dikarenakan masih takut. Kemudian pada tanggal 17 Januari 2020, orang tua dari Inisial S mendapatkan informasi dari beberapa orang teman anaknya yang ternyata telah menjadi korban perbuatan yang sama, pencabulan yang terjadi di hutan Pulau Petong, Galang, Kota Batam.

”Berdasarkan laporan dari orang tua korban, tim Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan tersangka Inisial S alias F alias FIR alias LE,” tutur Kabid humas Polda Kepri.

Dari hasil penyelidikan oleh Tim Teknis Ditreskrimum Polda Kepri, bahwa modus operandi yang digunakan oleh tersangka adalah melakukan dugaan tindak pidana pencabulan terhadap korban anak di bawah umur dengan cara melakukan tipu muslihat, serta memberikan iming-iming pemberian uang sebesar Rp 10.000 kepada korban untuk dapat melakukan perbuatan bejatnya dengan tujuan terpenuhi nafsu tersangka. Dimana cara tersangka melakukan pencabulan dengan meraba dan menggesek kemaluan ke beberapa bagian tubuh korban, hingga mengeluarkan sperma pada tubuh korban.

”Perbuatan tersangka tidak berhenti, akan tetapi berlanjut dengan melakukan pencabulan terhadap beberapa anak lainnya di Pulau Petong. Atas kejadian yang telah dialami para anak yang menjadi korban, hingga saat ini mereka menjadi trauma dan takut jika melihat ataupun bertemu dengan tersangka,” jelas Harry Goldenhardt.

Barang Bukti yang diamankan 1 (satu) kasur yang ditemukan di rumah tersangka, 1 (satu) helai handuk warna merah milik tersangka, 3 (tiga) pasang pakaian tersangka dan 5 (lima) pasang pakaian korban. Tersangka dikenakan Pasal 82 ayat (1) UU RI no 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU no 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi UU jo pasal 64 ayat (1) dengan ancaman pidana paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun penjara dan denda paling banyak 5 miliar rupiah.

Kejadian tersebut menjadi keprihatinan kita bersama dan selanjutnya Polda Kepri langsung menerjunkan tim Trauma Healing untuk membantu beban psikologis yang dialami oleh anak-anak yang menjadi korban.

“Dihimbau juga kepada orang tua untuk dapat menjaga dan mengawasi anak-anaknya agar terhindar dari perbuatan yang tidak diinginkan,” tutup Kabid Humas Polda Kepri. (Wak Rans/R)

Click to rate this post!
[Total: 2 Average: 5]
banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400