, ,

Tidak Mau Beri “Jatah”, Suami Pukul Isteri Hingga Memar

oleh
Tidak Mau Beri “Jatah”, Suami Pukul Isteri Hingga Memar 1
RM, warga Telaga Harapan, Sungai Lakam Barat, Kecamatan Karimun, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri, saat diamankan Satreskrim Polres Karimun. (Foto : Taufik)
Click to rate this post!
[Total: 3 Average: 5]

Tidak Mau Beri “Jatah”, Suami Pukul Isteri Hingga Memar

SIJORIKEPRI.COM, KARIMUN — Tidak mau beri “Jatah”, RM (23) warga Karimun, tega memukul RA, isterinya, hingga bagian mukanya mengalami memar, Jumat, (8/11/2019), sekira pukul 01.00 WIB.

Kasus ini, akhirnya berujung ke polisi. RA, melaporkan suaminya ke Polres Karimun, melalui surat pengaduan nomor LP-B/137/XI/2019/Kepri/SPKT-Res Karimun, tertanggal 10 November 2019 dengan Surat Penangkapan : Sp.Kap/74/XI/2019/Reskrim tertanggal yang sama.

Kasat Reskrim Polres Karimun, melalui KBO IPTU Silaban, dalam keterangan pers mengatakan, aparat turut mengamankan 1 (satu) bra wanita abu-abu dalam kondisi koyak, robekan kertas buku nikah, dan 1 (satu) lembar kutipan akta nikah yang dilaminating sebagai barang buktinya.

”Pelaku telah ditahan,” kata Silaban.

Kejadian ini bermula, pada Jumat 8 November sekira Pukul 01.00 WIB, pelaku meminta korban untuk dilayani (berhubungan intim). Namun korban menolak dengan alasan sudah larut malam dan besok pagi akan berangkat kerja. Kemudian pelaku kesal dan langsung memukul korban dan merobek Bra dan celana korban.

Kemudian sekira Pukul 07.00 WIB, pelaku mendapati korban berada di rumah tetangga. Pelaku yang kesal, kembali memukul korban dibagian wajah sebelah kiri korban, sehingga mengakibatkan memar. Selanjutnya, sekira Pukul 15.00 WIB, pelaku kembali memukul korban, dan selanjutnya korban melapor ke Polres Karimun.

“RM kita diamankan di rumahnya, di Telaga Harapan, Sungai Lakam Barat, Kecamatan Karimun, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri. Saat diamankan, RM tidak melakukan perlawanan,” terangnya.

Tersangka dijerat Pasal 44 ayat (1), ayat (4) Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2004, tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga, dengan ancaman hukuman penjara paling lama 5 tahun atau denda paling banyak Rp 15.000.000. (Wak Fik)

banner 4921x615

banner 1280x160

banner 740x400

banner 1280x157

banner

banner 1050x130 banner 2560x472

banner 740x400

banner