Tiga Hari Hilang, Sopyan Akhirnya Ditemukan Nelayan

oleh
Tim Rescue Pos Pencarian dan Pertolongan Batam bersama Tim SAR Gabungan saat melakukan pencarian korban Kapal KLM Tirta Mulia GT 142, yang mengalami kebocoran dan tenggelam di Perairan Batu Ampar, Kota Batam. (Foto : SAR TPI

Sijori Kepri, Batam — 3 (tiga) hari hilang saat Kapal KLM Tirta Mulia GT 142, mengalami kebocoran dan tenggelam di Perairan Batu Ampar, Kota Batam, Minggu, (19/09/2021), sekira pukul 09.00 WIB, akhirnya Sopyan (38) ditemukan Nelayan dalam keadaan meninggal dunia, di perairan PT Berdikari, Kelurahan Batu Merah, Kota Batam, Selasa, (21/09/2021), sekira pukul 07.30 WIB.

Plh Kepala BASARNAS Tanjung Pinang sekaligus Kepala Ops dan Siaga, Miswadi, mengatakan, korban Sopyan (38) ditemukan +- 2.1 NM dari LKK (Lokasi Kejadian Kecelakaan) yang dilaporkan dalam keadaan MD (Meninggal Dunia).

“Selanjutnya korban dievakuasi menuju Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri, Batam,” kata Miswadi.

BACA JUGA  Jelang Magrib, Bocah Yang Terseret Arus di Karimun Ditemukan

Tim Rescue Pos Pencarian dan Pertolongan Batam bersama Tim SAR Gabungan melanjutkan pencarian korban lainnya Andi Abdul Gani, dengan menyisir sekitar LKK, tapi hingga saat ini belum berhasil ditemukan.

Adapun unsur SAR Gabungan yang terlibat antara lain KanSAR Tanjung Pinang, Pos SAR Batam, Ditpolair Polda Kepri, TNI AL dan masyarakat setempat.

“Dalam pencarian, Tim Rescue Pos Pencarian dan Pertolongan Batam mengerahkan Rubber Boat, Alat Selam, Palkom, Palmedis/Evakuasi dan Pakaian Covid-19,” ungkap Miswadi.

Sebelumnya diberitakan Kapal KLM Tirta Mulya GT 142 bermuatan Semen 14.000 Sak (700 Ton) mengalami kebocoran dan tenggelam di Perairan Batu Ampar, Kota Batam, Minggu, (19/09/2021), sekira pukul 09.00 WIB.

Plh Kepala BASARNAS Tanjung Pinang sekaligus Kepala Ops dan Siaga, Miswadi, membenarkan, bahwa telah terjadi Operasi SAR kecelakaan Kapal KLM Tirta Mulya GT 142 mengalami kebocoran dan tenggelam di Perairan Batu Ampar, Kota Batam, pada Koordinat 01° 09,725′ U – 103°59,198′ T.

“Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjung Pinang menerima informasi ini dari Saharudin (Ditpolair Polda Kepri), selanjutnya dan Tim Rescue Pos Pencarian dan Pertolongan Batam berjumlah 6 (enam) orang langsung bergerak menuju lokasi kejadian,” kata Miswadi.

BACA JUGA  Terseret Arus Saat Mancing di Pantai Sakerah, Heru Belum Ditemukan

Kronologis kejadian berawal pada Minggu, (19/09/2021), sekira pukul 07.00 WIB, Kapal KLM Tirta Mulya GT 142 bermuatan Semen 14.000 Sak (700 Ton) bertolak dari Pelabuhan Batu Ampar ke Anchorage untuk perbaikan kebocoran pada lambung kapal bagian belakang (Kamar Mesin). Kemudian, pada pukul 08.00 WIB Kapal KLM Tirta Mulya GT 142 berlabuh jangkar di perairan Batu Ampar pada posisi 01° 09,725′ U – 103° 59,198′ T.

Selanjutnya, pada pukul 08.30 WIB 2 (Dua) orang ABK Kapal KLM Zaqiah GT 167 atas nama Nurdin dan Sopyan naik ke atas KLM Tirta Mulia GT 142 untuk membantu proses penanggulangan kebocoran pada KLM Tirta Mulia GT 142.

Pada pukul 09.00 WIB, pada saat awak kapal melakukan upaya penanggulangan kebocoran kapal (pemasangan pompa Alkon) pada KLM Tirta Mulia GT 142, tiba-tiba air masuk ke dalam kapal dan mengakibatkan kapal karam bersama 2 (dua) orang diduga ikut tenggelam bersama kapal.

“Atas kejadian tersebut 1 (satu) orang korban selamat atas nama Hasil (59) asal Pontianak, sedangkan 2 (dua) korban lagi atas nama Andi Abdul Gani dan Sopyan berasal dari Jakarta masih dalam pencarian,” pungkas Miswadi. (Wak Dar)

BACA JUGA  Kapal KM Berkah Utama “KARAM DITERJANG ANGIN RIBUT”

No More Posts Available.

No more pages to load.