Tindakan Dugaan Penyelewengan Dana PPID

oleh

TANJUNGPINANG (SK) — Tindakan Dugaan penyelewengan dana Percepatan Pembangunan dan Infrastruktur Daerah (PPID) Kabupaten Anambas, senilai Rp 4.873.755.500, dari total dana APBN Rp 13,5 miliar tahun 2011 silam, Menimbulkan polemik baru.

Marzuki selaku Direktur cabang PT Samara Tungga Duta Cipta Persada, kaget bukan kepalang atas terlibat namanya di bawa-bawa dalam dugaan kasus ini. Hal itu karena diduga pihak Bank BNI cabang Tarempa, membuat rekening atas nama perusahaannya dan menggunakan untuk proses pencairan dana.

”Nama saya dibawa bawa dalam kasus ini. Padahal saya tidak tau soal uang PPID itu dan saya juga kaget karena ada nama saya tersangku dalam kasus ini,” ucapnya, Rabu (7/5/2015).

Memang pada tahun 2013 pernah bertemu sama Riko yang merupakan staf di Bank BNI cabang Anambas. Pada saat itu Riko meminta bantu dan meminjam rekening saya.

Waktu itu saya tanya untuk apa, jelas marzuki, dia bilang mau dipakai untuk Pemkab Anambas, numpang transfer sebagai uang lewat saja dan dia bilang hal itu tidak akan menjadi masalah. Saat itu mereka membuat rekening baru dengan nama perusahaan dirinya. Setelah itu dia disuruh menanda tangani beberapa lembar cek.

BACA JUGA  Kejari Tanjungpinang Tetapkan Dua Tersangka

”Riko itu yang mengatur semua pembuatan rekening baru atas nama perusahaan yang saya kelola. Saya cuma tanda tangan, nomor rekeningnya pun saya tidak tahu. Bahkan rekening korannya saya tidak pernah terima,” jelasnya lagi.

Marzuki menganggap dirinya merasa dijebak oleh pihak Bank yang menggunakan rekening atas nama perusahaan yang di pimpinnya dan akan melaporkan hal ini ke Polda karena tidak menerima atas apa yang di alaminya sekarang dan Marzuki pun siap jika dipanggil untuk dimintai keterangan. (SK-YUL)

Editor : Dedi Yanto

 

No More Posts Available.

No more pages to load.