BATAMPOLITIK

Tindaklanjuti Laporan Warga, Ketua DPRD Kota Batam Tinjau Lokasi Pelebaran Jalan di Tembesi Tower

×

Tindaklanjuti Laporan Warga, Ketua DPRD Kota Batam Tinjau Lokasi Pelebaran Jalan di Tembesi Tower

Sebarkan artikel ini
Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto meninjau langsung lokasi terdampak pelebaran Jalan Suprapto di kawasan Tembesi Tower, Kota Batam. (Foto : Ist)

BATAM — Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto (akrab disapa Cak Nur), melakukan peninjauan langsung ke lokasi terdampak pelebaran Jalan Suprapto di kawasan Tembesi Tower RW 16. Peninjauan ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) yang diadakan pada 2 Mei 2023. Cak Nur melakukan inspeksi dengan berjalan kaki di bawah terik matahari, meninjau patok-patok pembatas, dan berdialog dengan warga setempat di sebuah gubuk.

Peninjauan tersebut dilakukan sebagai respons terhadap keluhan warga yang lahan tempat tinggalnya terdampak oleh pelebaran right of way (RoW) jalan. Cak Nur menjelaskan bahwa dalam RDPU, terdapat perbedaan informasi antara BP Batam dan Pemko Batam mengenai lebar RoW. BP Batam menetapkan RoW 100 meter, sementara Pemko Batam memperluasnya menjadi 120 meter di ruas jalan tersebut.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

“Hari ini kita pengecekan langsung. Dalam RDPU memang ada dua informasi antara BP Batam dan Pemko Batam yang ada selisih. Berdasarkan BP Batam itu RoW-nya 100 meter namun berdasarkan kebijakan Pemko di ruas ini diperlebar jadi RoW 120 meter,” jelas Cak Nur kepada awak media, Selasa, 14 Mei 2024.

Ia juga mencatat bahwa pada ruas hulu dan hilir jalan tersebut, RoW tetap 100 meter. Oleh karena itu, DPRD akan meminta penjelasan lebih lanjut dari Pemko Batam, khususnya OPD teknis terkait, mengenai alasan penambahan RoW menjadi 120 meter di ruas tengah, yang berdampak pada rumah warga.

“Ini nanti yang perlu dijelaskan karena tidak simetris. Di hulu dan hilirnya RoW 100, kok di tengah-tengahnya 120. Ini perlu dijelaskan kenapa? Karena ini ada masyarakat yang terdampak. Harus ada penjelasan dan keterangan baik dari BP Batam maupun Pemko Batam,” tegas Cak Nur.

Warga menyatakan bahwa mereka tidak menghalangi proyek pelebaran jalan, tetapi membutuhkan penjelasan mengenai perbedaan RoW tersebut. Cak Nur meminta pemerintah untuk memberikan solusi kepada warga yang terdampak.

Selain masalah pelebaran jalan, Cak Nur juga menanggapi keluhan warga mengenai banjir saat musim hujan deras. Banjir tersebut diduga akibat penimbunan lahan oleh sebuah perusahaan yang berdekatan dengan pemukiman warga.

“Kita akan segera tinjau penyebab banjir ini. Jika memang akibat penimbunan lahan itu kita akan segera panggil perusahaannya dan kita akan lihat apakah penimbunan itu sudah memenuhi aturan, sudah memiliki UKL/UPL atau Amdal-nya,” tegas Cak Nur.

Ketua RW 016, Fahrudin, mengungkapkan bahwa warga akan mematuhi apa yang sudah ditetapkan oleh Pemko Batam dan BP Batam. Berdasarkan pengukuran pertama, bangunan warga berada di luar RoW 100 meter. Namun, dengan penambahan RoW menjadi 120 meter, sebanyak 15 kepala keluarga (KK) akan terdampak.

“Kami di sini ada 400 KK. Dengan penambahan RoW ini ada 15 rumah yang terdampak,” kata Fahrudin.

Ia juga menambahkan bahwa pada 22 April 2024, warga yang tinggal di luar RoW 100 meter telah menerima Surat Peringatan Kedua (SP 2) untuk segera mengosongkan lahan, dengan perintah pembongkaran bangunan mulai 23 April hingga 25 April 2024. ***

(Nda)