Tower Air Bersih Tetap Jadi Pajangan

oleh

– Jadi Wahana Bermain Anak-Anak.

BINTAN (SK) — Pembangunan tower air bersih yang menelan dana ratusan juta dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2013 silam, melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bintan, nyatanya hingga saat ini masih tetap seperti pajangan yang hanya bisa dilihat namun tak memberikan manfaat bagi warga di Kampung Simpangan Km 16, Desa Toapaya Selatan, Kecamatan Toapaya.

Tower air yang sudah rampung sejak setahun silam itu, seharusnya dapat membantu warga sekitar kampung tersebut untuk mendapatkan air bersih bila musim kemarau tiba. Namun, kenyataan berkata lain, proyek yang terkesan asal jadi tersebut, kini oleh anak-anak disekitar lokasi itu dijadikan sebagai wahana bermain.

Tower yang mencapai ketinggian hampir 12 meter itu, sering dijadikan lokasi buat anak-anak bermain diatasnya. Bahkan, untuk memanjat tower air tersebut, anak-anak harus memanjat tangga besi yang tidak ada pengamanannya.

Keadaan tersebut menjadi warga sekitar mulai panik, seperti salah seorang warga, Ati menuturkan, tower air itu merupakan tempat anak-anak untuk bermain. Selain memanjat tower tersebut, anak-anak juga kerap memanjat kuda-kuda atap tower itu.

BACA JUGA  Apri Senang, Masyarakat Bintan Antusias Terhadap Layanan “PROGRAM BEROBAT GRATIS”

“Susah kalo dikasi tahunya, galakan anak-anak itu kalo kita kasih tahu, dari pada stres mikirin anak orang yang bandel, bagus biarin aja,” tutur Ati ditemui di Kampung Simpangan Km 16, Senin (16/03/2015).

Selain itu juga, ia mempertanyakan kepada pihak terkait soal pembangunan tower air tersebut. Pasalnya, sejak bangunan itu terbangun beberapa tahun silam, hingga saat ini belum bisa dimanfaatkan oleh warga sekitar sesuai dengan fungsinya.

“Buat apa dibangun kalo jadinya kayak gitu, malah jadi mainan anak-anak aja. Seharusnya sebelum dibangun itu harus tahu lokasinya yang tepat, udah tempatnya kayak gitu, sumurnya pun bukan sumur bor, kalo musim kemarau gini ya kering lah,” tegas Ati lagi.

Pantauan dilapangan, tower air yang berdiri dengan ketinggian mencapai puluhan meter dengan enam tangki merk Penguin dan tiga sumur gali yang dipergunakan sebagai sumber airnya, terlihat seperti tidak terawat. Rumput disekitar lokasi juga menjulang tinggi mencapai lutut orang dewasa.

Selain itu juga, ketiga sumur yang merupakan sumber airnya juga dilanda kekeringan saat musim kemarau seperti sekarang ini. Sementara untuk pipa-pipa saluran air yang dibuatkan disetiap depan rumah warga untuk menyalurkan air dari tower tersebut, keadaannya sudah banyak yang rusak, bahkan sudah banyak yang patah-patah.

BACA JUGA  Kabupaten Bintan Tambah 5 Positif Covid 19

Tidak berfungsinya tower air bersih tersebut diakui oleh Camat Toapaya Facrim, menurutnya, selama bangunan tower air itu selesai, hingga saat ini belum ada penyerahan aset bangunan tersebut baik ditingkat Desa maupun Kecamatan. Hal tersebut tentu saja, menjadi dilema pihak Kecamatan dalam memanfaatkan aset tersebut.

“Sejauh ini memang belum ada serah terima aset bangunannya, jadi managemen pengelolaannya sendiri hingga saat ini belum ada, sehingga tidak dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,” tutur Fachrim.

Untuk itu, dia juga meminta, agar persoalan ini bisa segera diatasi oleh pihak terkait, sehingga tidak berlarut-larut tidak difungsikan.

“Kalau memang perlu, coba persoalan ini didudukan bersama, sehingga kedepannya nanti bisa dibentuk siapa yang akan mengelolanya, sehingga tidak berlarut seperti sekarang ini,” ujarnya menambahkan. (SK-DER)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.