Untuk Menjamin Masyarakat Bisa Hidup Lebih Sehat, Bupati Meranti Minta Camat Atur Kondisi Lingkungan dan Daerahnya

oleh
Bupati Kepulauan Meranti, H Irwan, membuka secara resmi kegiatan Rencana Aksi Daerah Penanggulangan Stunting, di Ballroom Hotel Grand Meranti, Selatpanjang. (Foto : Humpro Meranti)

Sijori Kepri, Meranti — Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan M.Si, membuka secara resmi kegiatan Rencana Aksi Daerah Penanggulangan Stunting di Kepulauan Meranti, di Ballroom Hotel Grand Meranti, Selatpanjang, Kamis (13/8/2020).

Dalam sambutannya Bupati Meranti, mengatakan, penuntasan masalah Stunting di Kepulauan Meranti merupakan pekerjaan yang sangat mulia demi keberlangsungan generasi penerus Meranti.

“Karena ini akan menentukan nasip generasi penerus Meranti pada 10 hingga 20 tahun yang akan datang, agar mereka dapat tumbuh seperti yang diharapkan dan eksis menjalani kehidupannya. Jika tidak, maka banyak generasi muda kita yang tidak bisa bersaing karena kondisi fisik dan otak mereka tidak seperti yang diharapkan,” jelas Bupati.

Jumlah penderita Stunting di Meranti sebanyak 1971 Balita atau 13 persen dari total Balita yang ada di 9 Kecamatan dan 102 Desa. Jika mengacu pada standar WHO, angka Stunting yang menghawatirkan berada diangka 30 persen keatas. Meski begitu, Pemkab Meranti sangat berkomitmen untuk menuntaskan masalah Stunting di daerah, agar tidak terjadi peningkatan yang signifikan.

BACA JUGA  Wabup Meranti : Keberhasilan Sangat Ditentukan oleh Disiplin dan Kejujuran

Lebih jauh dijelaskan Bupati, berkat kerja keras semua OPD yang didukung oleh masyarakat sejak beberapa tahun terakhir, angka kemiskinan terus menurun. Namun yang menjadi pertanyaan adalah kenapa angka Stunting masih terus bertambah.

Menurut Bupati, kondisi itu membuktikan jika melihat kondisi fisik geogafis kewilayahan Stunting bukan saja dipengaruhi oleh faktor kemiskinan, tapi oleh tingkat kepadatan penduduk. Dimana banyak rumah-rumah petak yang padat penduduk di Selatpanjang berada dalam kondisi kumuh. Selain itu juga, air bersih dan sanitasi.

Shares