Upaya Penuhi Kebutuhan Pokok dan Pengendalian Inflasi “TPID TANJUNGPINANG ADAKAN RAPAT”

oleh
Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota saat mengadakan Rapat Koordinasi TPID. (Foto : Humpro Tanjungpinang)

SIJORIKEPRI.COM, TANJUNGPINANG — Sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan pokok dan pengendalian inflasi di Kota Tanjungpinang, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota mengadakan Rapat Koordinasi TPID, yang dipimpin oleh Sekda Tanjungpinang, Drs. Riono, M.Si, di Senggarang, di ruang Rapat Lantai II, Kantor Walikota Tanjungpinang, Kamis, (14/09/2017).

Dalam rapat ini, Riono, yang juga sebagai Ketua TPID Kota Tanjungppinang, mengatakan, rapat rutin yang dilaksanakan setiap bulan ini, guna membahas terkait inflasi di Kota Tanjungpinang, terutama memasuki musim utara dan bulan wisata pada Oktober mendatang.

“Melalui rapat ini, kita bisa menyusun langkah-langkah dalam pengendalian inflasi dan pemenuhan kebutuhan bahan pokok di Kota Tanjungpinang,”ucap Riono.

BACA JUGA :  Dalmasri Pimpin Rapat Persiapan Senam Sehat dan Syukuran Pesta Rakyat

Kerjasama yang sudah terjalin, tutur Riono, segera tindak lanjuti untuk mencukupi kebutuhan pangan masyarakat. Karena jika stok sejumlah komoditas berkurang, maka inflasi akan terjadi dan harga barang naik, hal ini tentu berdampak pada masyarakat.

“Untuk itu, kita harus berkerjasama mengantisipasi hal-hal tersebut. Lakukan pengecekan dan pengawasan ke sejumlah distibutor, untuk memastikan persedian pangan di Kota ini cukup,” ujar Riono.

Selain itu, Riono, juga minta supaya tanaman hidroponik tetap berjalan di masyarakat. Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) dapat mengintruksikan setiap kelurahan untuk menanam sayuran, misalnya setiap satu Kelurahan ada yang tanam tomat, cabe, kangkung, dan lainnya.

Sementara itu, Perwakilan Bulog, Sudirman, menekankan bahwa, stok beras untuk wilayah Kota Tanjungpinang aman hingga Februari 2018 mendatang.

BACA JUGA :  Terkait BUMD, Riono Minta “POLDA JADWALKAN SURAT PEMANGGILAN”

“Persedian beras premium di gudang kita saat ini sebanyak 1000 ton, stok ini cukup untuk enam bulan kedepan,” tegasnya.

Dalam waktu dekat ini, kata Sudirman, akan masuk minyak goreng dan bawang putih ke gudang bulog. Masyarakat bisa membeli kebutuhan pangan di Rumah Pangan Kita (RPK). Harga yang dijual pun, sesuai harga bulog. Saat ini lembaga dan masyarakat yang bergabung pada program bulog sudah mencapai 80 RPK.

Rapat ini diikuti oleh Staf Ahli, Kepolisian, Bea Cukai, BPS, BI, BPS, Bulog, Akademisi serta jajaran OPD terkait Pemerintah Kota Tanjungpinang. (SK-DY/R)

Shares

No More Posts Available.

No more pages to load.