Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah Beri Teguran Keras Kepala BLH Tanjungpinang

oleh
– Pembabatan Hutan Mangrove Merajalela

TANJUNGPINANG (SK) — Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Tanjungpinang Gunawan Grounimo terancam diganti. Pasalnya, mantan Sekretaris Badan Pelayanan dan Perizinan Terpadu (BP2T) itu dinilai tidak memiliki keberanian untuk membuat jera pelaku pembabat hutan bakau (mangrove) yang kian hari merajalela di daerah ini.

“Saya sudah kasih tau semua. BLH ini perlu diperbaiki, koreksi dan dievaluasi secara menyeluruh. Tidak sepenggal-sepenggal,” kata Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah saat blusukan meninjau rusaknya drainase yang menyebabkan banjir di Jalan D.I Panjaitan, Kilometer 8, Tanjungpinang Timur, Senin (13/10).

Lis mengungkapkan, bahwa ia telah memberikan teguran kepada kepala BLH, agar berani melakukan upaya hukum, dengan membuat laporan ke polisi, terkait persoalan rusaknya hutan mangrove yang diduga dilakukan oknum tak bertanggung jawab tersebut.

“Sudah saya kasih tau kepala BLH harus tegas. Masalah ini sudah merugikan masyarakat. Kan bisa diberikan warning dan buat laporan ke polisi agar diproses secara hukum. Jadi ada efek jeranya. Dampak kerusakan hutan mangrove itu bisa memicu terjadinya banjir serta merusak habitat lingkungan,” tegas Lis.

BACA JUGA  Syahrul Lepas Atlet Porprov Korpri Kota Tanjungpinang

Lis mencontohkan, ada informasi pengrusakan hutan mangrove, BLH baru sibuk turun ke lapangan dan menancapkan plang peringatan. setelah itu tidak diawasi dan plang peringatan dibiarkan hilang tanpa diketahui kemana rimbanya.

“Yang jelas, hari ini juga saya kumpulkan semua kepala SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah),” sambung Lis.

Persoalan tidak hanya sampai disitu saja, Lis mengaku masalah perizinan pemotongan lahan (cut and fill) juga harus tegas.

“Sekarang ini seolah-olah masalah hanya dilempar ke walikota. Padahal kaki-kaki (kepala SKPD) harus tanggap dengan melakukan tindakan tegas sesuai aturan. Kita tak hambat pembangunan, tapi, pembangunan itu tidak berdampak negatif dan merugikan masyarakat,” jelas Lis.

Informasi terbaru, hutan mangrove seluas lapangan bola kaki bahkan lebih di kawasan Jalan Sei Serai, Dompak, Kelurahan Sei Jang, habis dibabat oknum tidak bertanggung jawab. Meski sudah ditancapkan plang peringatan oleh BLH, aksi pembabatan terus berlangsung. Warga sekitar pun resah dan meminta para pelaku dipidanakan.(HK/SK-001)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.