Warga Laboh Pertanyakan Proyek Sarana Air Minum Dinkes Lingga

oleh

LINGGA (SK) — Warga Laboh, Desa Marok Kecil, Kecamatan Singkep Selatan, pertanyakan proyek sarana air minum dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lingga, TA 2014 dengan pagu dana Rp229,748,000 dari dana APBN yang belum berpungsi dengan maksimal sehingga belum dapat dinikmati warga Laboh.

Kepala Deda Marok Kecil Ahmad Zahari, meminta agar Dinkes segera turun ke desanya guna melihat kondisi proyek sarana air bersih yang berada di desanya, hal ini agar dapat diketahui apakah proyek ini sudah berjalan dengan baik apa belum.

“Kita mengharapkan kontraktor atau pemborong yang mengerjakan proyek ini turun kembali untuk membenahi pekerjaannya karena masih ada yang harus dibetulkan,” ujar zahari, kepada sijori kepri, diruang kerjanya, Selasa (5/5/2015).

Ahmad Zahari mengaku, belum mengetahui apakah proyek sarana air minum di desanya telah selesai pengerjaannya apa belum, kalau sudah selesai namun warganya belum dapat menikmati sarana air minum tersebut.

“Saya sudah menerima kunci kamar mesin, namun saya tidak tau apakah proyek ini telah selesai, kalau sudah saya belum menerima berita acaranya. Kalau belum, orang yang mengerjakan proyek tersebut sudah tidak lagi mengerjakan proyek tersebut, dalam hal ini saya tidak menyalahkan siapa-siapa, saya hanya berharap proyek air minum ini dapat di nikmati masyarakat,” paparnya.

BACA JUGA  Terkait Kosongnya Tenaga Medis Desa Rejai “DINKES LINGGA MINTA BANTUAN PROVINSI”

Hampir senada dengan kepala desanya, Kamarudin, Kepala Dusun Desa Marok Kecil menuturkan, sarana air minum proyek Dinkes Lingga tersebut belum dapat dinikmati warga. Pasalnya air tersebut belum mengalir dengan benar, karena air yang mengalir belum sampai ke daerah yang penduduknya ramai.

“Saya bahkan berencana mau membeli lem pipa sendiri, karena ada beberapa pipa utama yang sambungannya tidak dilem hanya disambung saja, bagaimana tidak bocor kalau tidak dilem, dan pipa-pipanya banyak yang tidak ditanam alias banyak yang timbul tentunya akan mudah pecah bila terlanggar pipa tersebut,” ungkapnya.

Dari pantauan Sijori Kepri dilapangan, proyek ini terkesan mumbazir karena tidak dapat dimanfaatkan warga, jarak proyek sarana air bersih tersebut dengan pemukiman warga kurang lebih 1,5 kilometer, meski ini sebuah proyek dari dana APBN namun pipa untuk menaikkan air dari sumur ke bak penampungan hanya diikat menggunakan karet bekas ban sepeda.

Sampai berita ini ditulis Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lingga, dr Ignatius Luti, belum memberikan tanggapan terkait proyek ini, pesan singkat yang di kirim belum dibalas. (SK-Pus)

BACA JUGA  Kadinkes Lingga Tegaskan Penyebaran HIV AIDS Tidak Melalui Kolam
 

No More Posts Available.

No more pages to load.