Warga Minta Bantuan Penanganan COVID-19 Pemko, Tepat Sasaran

oleh
Wali kota Tanjung Pinang Syahrul dan Wakil Walikota Tanjungpinang, Rahma, saat memberikan bantuan masker kepada masyarakat dan pedagang di Pasar Bintan Centre. (Foto : Prokopim TPI)

Warga Minta Bantuan Penanganan COVID-19 Pemko, Tepat Sasaran
– Jangan Hanya Andalkan Laporan Ketua RT/RW.

Sijori Kepri, Tanjungpinang — Pemerintah Kota (Pemko) dan DPRD Tanjungpinang, menetapkan anggaran penanganan COVID-19 untuk warga terdampak mencapai Rp 31. 498.994.000. Anggaran ini diperuntukkan penanganan kesehatan capai Rp 10.214.890.000, penanganan dampak ekonomi, capai Rp 2 miliar, dan penyediaan sosial sefety net atau jaring pengaman sosial, capai Rp 19.284.104.000,.

Warga minta, dalam proses penyaluran di lapangan, alokasinya benar-benar tepat sasaran. Karena, pasca merebak Virus Corona (COVID-19), jumlah kelompok warga terdampak, atau dikenal warga miskin baru, hampir merata di tiap lingkungan RT/RW yang ada di Tanjungpinang.

Pemerhati Ekonomi Tanjungpinang, Fiman Nugrajanto, mengatakan, jumlah warga terdampak pasca merebak Virus Corona, sangat banyak. Mereka berasal dari pekerja, karyawan, buruh dan pedagang eceran yang dirumahkan oleh manajemen tempat ia bekerja.

BACA JUGA :  Rahma : Terima Kasih Pak Gubernur Sudah Memperkuat SE Wali Kota 02 Mei 2021

Dengan dirumahkan, tentu mereka tidak menerima gaji atau penghasilan lagi. ”Bahkan, saya pernah berbincang dengan beberapa karyawan yang dirumahkan, gaji tidak mereka terima lagi. Mereka terpaksa mengandalkan uang tabungan. Banyak karyawan yang tidak punya uang tabungan. Akhirnya mereka hanya bisa pasrah, menunggu COVID-19 berakhir,” ujar Fiman Nugrajanto, Kamis, (9/4/2020).

Selain pekerja, karyawan, buruh dan pedagang, masyarakat terdampak COVID-19 juga dirasakan supir angkot, taksi, pengojek, usaha makanan, penarik becak, nelayan, dan sebagainya.

”Mereka inilah yang harus diprioritaskan terima bantuan penanganan COVID-19. Hal ini perlu diketahui, jangan sampai pedoman penyaluran bantuan hanya berdasarkan laporan Pak RT dan RW saja. Atau berdasarkan data warga yang dikelompokkan miskin, karena mereka ini akan dibantu pemerintah pusat melalui Program Keluarga Harapan (PKH),” katanya.

BACA JUGA :  Jalasenastri Korcab IV DJAB Sabet Juara Pertama “LOMBA BOLA VOLLY”

Terpisah, Yopi Marka, pedagang roti Tanjungpinang, mengatakan, pasca merebak Virus Corona, usahanya tidak bisa jalan lagi. Karena, pembeli dan pelanggannya selama ini tidak ada melakukan pemesanan.

Dengan terpaksa, usahanya untuk sementara tutup. ”Kita pasrah dengan kondisi ini. Mau apa lagi, dipaksakan buka usaha, pembelinya tidak ada. Banyak warga lainnya yang memiliki usaha seperti saya, juga mengaku tidak beroperasi lagi. Kita benar-benar butuh bantuan Pemko Tanjungpinang,” katanya.

Terpisah, Wakil Walikota Tanjungpinang, Rahma, usai paripurna persetujuan bersama antara Pemko dan DPRD Tanjungpinang dalam upaya penanganan Covid-19 di lingkungan Tanjungpinang, mengatakan bantuan yang akan diberikan Pemko bisa berupa penyaluran paket sembako, atau bentuk bantuan langsung tunai (BLT).

BACA JUGA :  Panbil Group Sumbang APD ke RS Bhayangkara

Keseluruhan anggaran itu dimasukan dalam Anggaran Belanja Tidak Terduga (ABTT) Pemko Tanjungpinang.

”Kita menyadari, anggaran ini tidak akan cukup. Kita akan upayakan ada penambahan,” katanya. (Wak Zek)

Shares

No More Posts Available.

No more pages to load.