, , , , , ,

Warga Natuna Diminta Jangan Terprovokasi

oleh
Warga Natuna Diminta Jangan Terprovokasi 1
Bupati Natuna H Abdul Hamid Rizal, didampingi Wakil Bupati Natuna, Hj Ngesti Yuni Suprapti, Ketua DPRD Natuna Andes Putra, saat menyerap aspirasi masyarakat Natuna. (Foto : Humas Polda Kepri)
Click to rate this post!
[Total: 3 Average: 3.7]

Warga Natuna Diminta Jangan Terprovokasi
– Pemasukan Ratusan WNI Asal Wuhan, Cina ke Natuna.

SIJORIKEPRI.COM, NATUNA — Warga Natuna diimbau tidak terprovokasi dengan penetapan Natuna sebagai salah satu daerah transit observasi ratusan WNI asal Wuhan, Cina. Paling perlu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna dan DPRD Natuna, jangan dibenturkan.

Penegasan ini disampaikan Kapolda Kepri melalui Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Harry Goldenhardt, dalam keterangan persnya, menyikapi adanya aksi penolakan warga Natuna terhadap pemasukan ratusan WNI asal Wuhan, Cina.

”Pemkab Nantuna akan membuat surat terbuka dan resmi kepada Presiden RI untuk mengambil kebijakan mendatangkan Kapal KRI memindahkan WNI agar dilakukan observasi di Laut Lepas,” kata Harry Goldenhardt, Senin, (3/2/2020).

Observasi WNI ke wilayah Kabupaten Natuna merupakan kebijakan Pemerintah Pusat, bukan kebijakan dari Pemda Natuna. Pemerintah Pusat tidak berkoordinasi terkait rencana Pemerintah Pusat untuk mendatangkan WNI Kota Wuhan China.

Dalam aksi penolakan, Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Haryadi, meminta DPRD sebagai Penyambung Lidah masyarakat Natuna dengan Pemerintah Pusat, mengambil sikap. WNI dari Wuhan agar segera dipindahkan ke KRI dan Observasi di Laut Lepas.

Pemda Natuna dan Pemerintah Pusat agar memberikan konpensasi jaminan kesehatan Masyarakat Natuna. Kemenkes Wajib berkantor di Kabupaten Natuna selama masa Observasi. Segala kebijakan Pemerintah Pusat di Natuna agar terlebih dahulu disosialisasikan ke Natuna. (Wak Fik/R)

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

height="100%"

loading...
banner 740x400

banner

banner