Warga Temukan Bayi Dalam Kardus Kemasan

oleh

– Diduga Sengaja Dibuang Orang Tuanya.

TANJUNGPINANG (SK) — Bayi laki-laki yang diduga baru berumur tiga hari, ditemukan Keluarga Syamsil didepan rumahnya di Jalan Kampung Kolam, RT 04 RW 04 Kelurahan Sei Jang, Tanjungpinang, Minggu (22/03) sekira pukul 02.00 WIB.

Bayi laki-laki tersebut diduga sengaja dibuang oleh orang tuannya yang tidak bertanggungjawan. Saat ditemukan kondisi bayi sangat memprihatinkan, tengah kelaparan dan kehausan yang menyebabkan kekurangan cairan (Dehidrasi).

“Saat bayi ini ditemukan, kondisinya sangat memperihatinkan dan selalu menangis. Bayi ini dimasukan kedalam kardus, salah satu minuman mineral dan ditutupi dengan kain bedong. Didalam kardus juga ditemukan minyak bayi dan juga bedak serta beberap baju bayi. Namun, tidak ada susu bayi,” Kata Syamsil saat dimintai keterangan di Mapolsek Bukit Besatari, Tanjungpinang, Minggu (22/03/2015).

Menurut Syamsil, pertama kali yang mendengar tangisan bayi, didengar oleh istrinya sekira pukul 02.00 WIB dini hari. Tangisan tersebut makin lama semakin keras.

“Karena istri saya ketakutan mendengar tangisan bayi di luar rumah. Lantas saya dibangunkan dan disuruh melihat sumber suara tersebut. Lalu saya dan istri memberanikan diri untuk melihat sumber suara tersebut. Setelah membuka pintu rumah, terlihat ada kardus dan didalamnya ada yang bergerak-gerak dan terus mengeluarkan tangisan. Setelah dibuka penutup kardus tersebut, baru terlihat ada bayi,” ungkapnya.

Dikatakan, sebelum temuan bayi itu, ia mengaku masih terbangun sekitar pukul 01.00 WIB dini hari sambil menonton televisi, termasuk sempat buang air kecil.

Namun pada saat itu, Stamsil mengaku tidak mendengar adanya suara orang yang berjalan di depan rumah, maupun hal yang mencurigakan lainnya.

BACA JUGA  Astaga, Baru Lahir Bayi Dibuang di Tembesi

“Malah yang terdengar saat itu suara anjing bersahutan dari jauh. Setelah buang air kecil, saya langsung masuk ke kamar untuk tidur. Baru beberapa saat terlelap tidur, saya sudah dibangunkan istri, karena ketakutan diluar rumah ada suara banyi. Lalu saya mendengarkan beberapa saat, dan ternyata benar ada bayi,” ungkapnya lagi.

Saat itu juga sekitar pukul 02.30 WIB, Syamsil dan istrinya langsung mendatangi rumah ketua RT dan RW, untuk memberitahukan penemuan bayi diteras rumahnya itu.

Selang berapa lama, datang RT dan RW juga beberapa warga lainnya untuk melihat bayi tersebut.

“Setelah berdiskusi terkait keberadaan bayi ini. Kemudian RT dan RW menyarankan agar bayi ini dibawa masuk dan dirawat oleh saya. Sebab, saat itu masih pagi sekali, takutnya bayi ini malah sakit pula. Karena, bayi ini menagis terus, sepertinya lapar dan kehausan. Sehingga istri saya memberikan susu formula dan akhirnya bayi tersbut tidur pulas,” jelasnya lagi.

Pada siang harinya, ditemani RT dan RW pihaknya melaporkan ke polisi mengenai penemuan bayi ini, lalu polisi datang kerumah dan memeriksa bayi tersebut, Selang berapa lama datang dari pihak Badan Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kota Tanjungpinang, Dinas Kesentan dan juga dari KPPAD Provinsi Kepri.

“Lalu bayi ini dibawa oleh ke RSUD Kota Tanjungpinang, untuk diperiksa kesehatannya. Sebab dibagian mata kanan mengalami pembengkakan dan juga mengeluarkan nanah. Setelah itu saya tidak tau lagi dan saat ini masih dimintai keterangan oleh pihak kepolisian,” tukasnya.

BACA JUGA  Astaga, Baru Lahir Bayi Dibuang di Tembesi

Sementara itu, di ruang Intalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Tanjungpinang, Dokter, Mimie yang menangani bayi laki-laki ini menjelaskan, memang bayi sepertinya melahirkan secara normal, namun sepertinya kurang baik perkembangannya saat di dalam kandungan.

“Setelah kita periksa kesehatan bayi ini, bayi ini mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan. Sebab, diduga telah lama tidak mengkonsumsi susu atau cairan lainnya. Sehingga, dalam mengatasi ini kami memberi infuse kepada bayi ini, agar cairan dalam tubuhnya normal,” terangnya disela memeriksa bayi ini.

Selain itu katanya, berat bayi ini hanya 1,8 Kilo Garam, sementara bila bayi normal beratnya sekitar 2 kg lebih. Ditemukan juga dalam bayi ini yakni kelainan pada kedua matanya. Kedua mata bayi ini selalu mengeluarkan nanah, dan mata sebelah kanan sedikit membengkak.

“Kita akan menjaga kesehatan bayi ini, dan sebentar lagi akan dimasukan kedalam inkubator. Sehingga, bayi ini akan semakin baik dan sehat. Dari pemeriksaan detak jantung, bayi ini normal dan tidak sesak. Mudah-mudahan bayi ini bisa sehat,” tukasnya.

Sementara itu Kapolsek Bukit Bestari yang diwakili Kanit Reskrim Iptu Asad membenarkan bila saat ini, tengah memintai keterangan kepada pihak yang pertama kali menemukan bayi ini. Saat ini bayi laki-laki ini dirawat di RSUD Tanjungpinang.

“Kami tengah memintai keterangan dari saksi-saki atas kejadian ini. dari pengakuan saksi bayi ini ditemukan diteras rumahnya yang dimasukan kedalam kardus minuman. Namun, saksi ini tidak mengetahui siapa orang tua anak ini. Kami masih menduga, bila anak yang dibuang ini merupakan anak dari hasil hubungan gelap dari pasangan ini, sehingga mereka tidak bertanggungjawab,” terangnya.

BACA JUGA  Astaga, Baru Lahir Bayi Dibuang di Tembesi

Pihak kepolisian akan berupaya mengungkap siapa pelaku pembuang bayi ini. Untuk sementara bayi laki-laki ini akan diserahkan kepada pihak Dinas sosial Kota Tanjungpinang.

“Berita acara penyerahan bayi ini sudah kita buat dan tinggal diambil oleh pihak terkait. Untuk saat ini kewenangan atas bayi ada ditangan dinsos dan bayi ini masih dalam perawatan intensif di RSUD Tanjungpinang,” jelasnya.

Persitiwa pembuangan bayi di Kota Tanjungpinang pada tahun 2015 ini, bukan yang pertama. Sebelumnya juga pada bulan Januari lalu, bayi yang baru lahir ditemukan oleh wara di Sungai Jang yang dibuang oleh ibu kandungnya senidiri ke dalam parit. Namun, naasnya setelah mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit, bayi malang ini akhirnya meninggal dunia.

Diduga bayi tersebut lahir akibat hubungan intim pasangan yang tidak resmi dan tidak bertaggungjawab atas perbuatanya, sehingga untuk menutupi malu, mereka terpaksa menempuh jalan membuang bayi tersebut. (SK-APN).

 

No More Posts Available.

No more pages to load.