Sang Raja menguburkan Jie Zi Tui dan Ibunya di dekat Pohon Liu [柳树] dimana tempat mereka meninggal. Untuk mengenang Jasa-jasa Jie Zi Tui, Raja Jin Wen Gong kemudian menggantikan nama Gunung Mian menjadi Gunung Jie [介山] dan menetapkan hari membakar gunung sebagai hari “Han Shi Jie [寒食节]” serta menghimbau rakyatnya untuk tidak melakukan pembakaran dan menyalakan api serta hanya makan makanan dingin pada hari tersebut.
“Han Shi Jie [寒食节]” Jika di terjemahkan langsung ke dalama bahasa Indonesia adalah “Festival Makanan Dingin”
Pada Tahun kedua, Raja Jin Wen Gong beserta Menterinya mengunjungi Gunung Jie untuk melakukan pengenangan terhadap Jie Zi Tui. Pohon yang telah mati terbakar disamping kuburan Jie Zi Tui tersebut hidup kembali dan sangat indah. Sang Raja dan Menterinya kemudian membersihkan kuburan Jie Zi Tui dan menamai Pohon “Liu”[ 柳树] tersebut menjadi “Qing Ming Liu [清明柳] serta menggantikan nama hari tersebut menjadi Hari Qing Ming (Cheng Beng).
Setelah itu, Raja Jin Wen Gong selalu menyimpan Kain yang berisikan Puisi Jie Zi Tui di dalam lengan bajunya untuk mengingatkan diri agar selalu bijaksana dalam memerintah Negaranya.
Dan Memang, Negara Jin merupakan salah satu Negara diantara 5 Negara terkuat pada zaman musim Semi Gugur (Chun Qiu[春秋]).
Rakyat Negara Jin selalu mengenang jasa-jasa Jie Zi Tui membuat bentuk seekor burung walet dengan menggunakan tepung kemudian digantung didepan pintu rumah semua untuk memanggil Rohnya Jie Zi Tui dan dinamai dengan “Zi Tui Yen [之推燕]”.
Selain itu, Rakyat Negara Jin juga hanya makan makanan yang telah disiapkan pada hari sebelumnya, tidak ada aktifitas masak makanan ataupun menyalakan api pada hari tersebut. Hari Qing Ming menjadi suatu Festival yang sang besar dan penting semenjak itu.
(Sumber : Dinaviriya)













