GESER UNTUK BACA BERITA
KEPRI

Bahas Tarif Listrik “NURDIN MINTA KEPUTUSAN HARUS MEMIHAK MASYARAKAT”

×

Bahas Tarif Listrik “NURDIN MINTA KEPUTUSAN HARUS MEMIHAK MASYARAKAT”

Sebarkan artikel ini
Gubernur Kepri saat membahas tarif listrik Batam. (Foto : Humpro Kepri)

SIJORIKEPRI.COM, BATAM — Gubernur Kepri, H. Nurdin Basirun, menghadiri pertemuan yang membahas tarif listrik Batam, bertempat di Graha Kepri, Kota Batam, pada Juma’at, (21/04/2017).

Dalam pertemuan itu, Nurdin Basirun, mengaku selalu berupaya untuk tidak melakukan penyesuaian kenaikan tarif listrik Batam. Tapi, setelah melakukan pembahasan selama setahun, melihat hasil audit, pertimbangan DPRD Kepri, Pergub Nomor 21 Tahun 2017 akhir terbit.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

“Percayalah tidak ada keputusan yang dibuat untuk menyakiti rakyat,” kata Nurdin dalam pertemuan tersebut.

Sudah cukup lama pengkajian dan pembahasan dilakukan, tutur Nurdin, termasuk membentuk tim untuk ke lapangan, untuk mengkaji data PLN dan kondisi PLN Batam. Termasuk kekhawatiran kondisi kelistrikan di Kepri secara umum dan Batam khususnya, menjadi memburuk.

“Apapun keputusan yang dibuat, harus memihak rakyat,” kata Nurdin sambil menambahkan, dengan kebersamaan semua bisa diselesaikan.

Hadir dalam pertemuan itu Kepala BIN Daerah Kepri, Walikota Batam, H Muhammad Rudi, Wakil Walikota Batam, Amsakar Ahmad, Dirut PLN Batam, Dadan Kurniadipura, Aliansi Masyarakat Peduli Listrik (AMPLI) dan sejumlah tokoh masyarakat.

Sementara itu, Rudi, meminta PLN Batam memberikan data secara rinci. Pendapatan berapa, untung atau rugi berapa. Kalau kerugiannya ada, berapa lagi yang dibutuhkan. Karena semuanya biar jelas dan masyarakat tahu.

“Jangan sampaikan kamuflase,” kata Rudi.

Dan diwaktu yang sama, Dirut PLN Batam, Dadan, mengatakan, menyebutkan, perbandingan kenaikkan tarif masih di bawah tarif nasional. Apalagi yang disetujui naik hanya empat tarif dari 17 tarif.

“Kami tak ingin listrik Batam yang sudah bagus tiba-tiba sering padam,” kata Dadan.

Perwakilan AMPLI, Said Abdullah Dahlawi, menyatakan pihaknya tidak alergi dengan kenaikkan tarif listrik. Tapi kenaikkan hingga amgka 45,5 persen sangat memberatkan masyarakat.

“Angkanya terlalu tinggi. PLN mencekik masyarakat,” katanya.

Pembahasan tarif listrik Batam masih akan dilakukan. Kepada Tim, Nurdin menegaskan segala masukan dari masyarakat pada pertemuan tersebut harus dikaji.

“Mari kita berunding, dengan tata cara kita sebagai orang Kepulauan Riau,” kata Nurdin. (SK-DY/R)

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100