GESER UNTUK BACA BERITA
BERITA TERKINI

PT ASDP Indonesia Ferry Akuisisi PT Jembatan Nusantara, Perkuat Dominasi di Sektor Penyeberangan

×

PT ASDP Indonesia Ferry Akuisisi PT Jembatan Nusantara, Perkuat Dominasi di Sektor Penyeberangan

Sebarkan artikel ini
PT ASDP Indonesia Ferry Akuisisi PT Jembatan Nusantara. (Foto : JMSI)

BATAM – PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry secara resmi mengakuisisi PT Jembatan Nusantara, salah satu perusahaan swasta terbesar kedua di sektor penyeberangan di Indonesia. Langkah strategis ini memperkuat posisi ASDP sebagai operator penyeberangan dengan armada terbanyak di Indonesia, bahkan di dunia.

Akuisisi ini, yang melibatkan seluruh aset kapal milik PT Jembatan Nusantara, merupakan bagian dari rencana jangka panjang ASDP untuk memperbesar pangsa pasar di lintasan komersial. Saat ini, ASDP mengoperasikan 311 lintasan, dengan 70 persen di antaranya merupakan lintasan perintis. Dengan tambahan 53 unit armada baru dari akuisisi ini, total armada ASDP kini mencapai 219 unit kapal.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Ilham Malik, akademisi dari Institut Teknologi Sumatera, menyatakan bahwa akuisisi ini tidak akan mengganggu perusahaan swasta lain yang bergerak di bidang serupa. Menurutnya, ASDP tidak menambah kapal baru melainkan memanfaatkan unit yang sudah ada, yang akan dioptimalkan pelayanannya.

“Aksi yang dilakukan oleh ASDP ini tidak mengganggu bisnis perusahaan serupa karena mereka tidak menambah kapal tetapi mengakuisisinya,” ujar Ilham pada Jumat, 6 September 2024.

Ilham menambahkan bahwa peningkatan pelayanan yang dilakukan ASDP akan mendorong perusahaan lain untuk memperbaiki layanan mereka, yang pada akhirnya akan menguntungkan masyarakat. “Perusahaan swasta lainnya yang mengoperasikan kapal serupa harus mencari cara agar tetap kompetitif, misalnya dengan meningkatkan kenyamanan, kecepatan, dan jadwal pelayaran,” jelasnya.

Akuisisi PT Jembatan Nusantara oleh ASDP juga dianggap sebagai tindakan korporasi yang wajar dan tidak melanggar aturan. “Ini adalah bagian dari aksi korporasi yang sudah disepakati kedua belah pihak. Tidak ada aturan yang dilanggar, dan prosesnya terbuka,” tambah Ilham.

Sebelumnya, akuisisi ini telah mendapat persetujuan dari Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), berdasarkan studi kelayakan dan due diligence yang melibatkan enam lembaga independen terkemuka. Di antara lembaga yang terlibat adalah PT Deloitte Konsultan Indonesia, Price Waterhouse Cooper Indonesia, dan PT Biro Klasifikasi Indonesia.

Erick Thohir, Menteri BUMN, mengapresiasi langkah ini, menyebutnya sebagai langkah penting yang memperkuat posisi ASDP di industri penyeberangan global. “Akuisisi ini menjadikan ASDP sebagai operator penyeberangan terbesar di Indonesia, bahkan dunia. Kami berharap akuisisi ini tidak hanya menambah portofolio perusahaan, tetapi juga meningkatkan kontribusi ASDP kepada negara dan masyarakat,” ungkap Erick.

Seremonial penandatanganan Sales Purchase Agreement (SPA) antara PT Mahkota Pratama, PT Indonesia VIP, dan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) juga disaksikan secara daring oleh seluruh Dewan Komisaris PT ASDP Indonesia Ferry, jajaran Direksi, pejabat Kementerian BUMN, Kementerian Perhubungan, serta para tamu undangan.

Dengan tambahan armada ini, ASDP kini mengukuhkan posisinya sebagai perusahaan ferry dengan jumlah armada terbesar, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di dunia. “Dengan 219 unit kapal, ASDP siap memperluas dan memperkuat layanannya di seluruh nusantara,” pungkas Erick. ***

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100