– Berpotensi Potong Mata Rantai Distribusi.
SIJORIKEPRI.COM, TANJUNGPINANG — Radio Pasar yang kini sudah sering menjadi pembicaraan publik, adalah program radio yang tidak semestinya harus menggunakan studio seperti biasanya, baik menggunakan pemancar dan frekwensi khusus.
Program pasar ini lebih bersifat infotaimen yang menggabungkan informasi mengenai harga, transaksi, yang terjadi di pasar-pasar tradisional.
Kepala LPP RRI Tanjungpinang, Harianto Adi, mengatakan sebelum program radio pasar diterapkan di Tanjungpinang, didaerah lain sudah lebih dulu melakukannya.
“Radio Pasar ini pertama sekali mengudara di pasar tradisional Jogyakarta,” kata Harianto Adi, saat diwawancarai melalui seluler, Jumat, (29/12/2017).
Dirut Program LPP RRI, Soleman Yusuf menjelaskan, program radio pasar ini, awalnya merupakan ide Dirut Utama RRI Periode 2005-2010, Parni Hadi.
“Program Radio Pasar ini bertujuan untuk menyatukan dan mempertemukan konsumen, pedagang, maupun produsen, supaya mereka bisa saling bertukar informasi serta memotong mata rantai distribusi yang menyebabkan harga melambung,” ucap Soleman Yusuf.
Ia menyebutkan, program radio pasar berkonsep infotainment, yaitu gabungan informasi tentang harga dan transaksi kebutuhan pokok yang terjadi di pasar.
“Program ini, kita selenggarakan live di tempat terbuka, studio, maupun di pasar tradisional. Baik Pedagang maupun masyarakat juga bisa berdialog langsung dengan para narasumber,” katanya. (SK-PS)








