Ada Aktivitas Penebangan Kayu Liar di Hutan Lengkuas

oleh
Kasi Perlindungan, KSDAE, dan Pemberdayaan Masyarakat, Andi Sandri, bersama tim menemukan aktivitas penebangan liar di hutan lindung, Gunung Lengkuas, Kecamatan Bintan timur, Kabupaten Bintan. (Foto : Ist)

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Male” buttontext=”Malas Baca, Tekan Ini”]

Ada Aktivitas Penebangan Kayu Liar di Hutan Lengkuas

SIJORIKEPRI.COM, BINTAN — Aktivitas penebangan dan pembalakan kayu di kawasan hutan lindung, Gunung Lengkuas, Kelurahan Gunung Lengkuas, Kecamatan Bintan timur, Kabupaten Bintan, terkesan marak.

Belum ada tindakan tegas, seperti penangkapan dari aparat terkait. Akhirnya timbul kesan ada pembiaran aksi pelaku.

Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Unit IV Bintan – Tanjungpinang, Ruah Alim Maha S.Hut, membantah ada pembiaran aktivitas penebangan kayu di kawasan hutan lindung, Gunung Lengkuas.

”Tidak benar ada pembiaran. Kita terus melakukan upaya pengawasan. Namun, karena keterbatasan sarana dan prasarana, semua pihak harus memaklumi,” kata Ruah Alim Maha, Minggu, (15/12/2019).

Bukti tidak ada pembiaran, Minggu, (15/12/2019) malam, pihaknya meminta Kepala Seksi Perlindungan, KSDAE, dan Pemberdayaan Masyarakat, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kepri, serta anggota Polisi Kehutanan turun ke lokasi hutan Lengkuas.

”Tujuan turun, untuk melihat apakah ada oknum yang melakukan penebangan liar di hutan Lengkuas. Jika ada, kita minta pelaku ditangkap dan diproses,” tegasnya.

Di lokasi, ternyata ada aktivitas penebangan liar. Karena, ada bekas potongan kayu yang tertinggal. Sementara, batang kayu yang besar tidak ada lagi karena telah diangkut pelaku.

”Diduga, aktivitas penebangannya telah dilakukan dua atau tiga hari yang lalu. Saat tim turun, tidak ada ditemukan lagi aktivitas penebangan. Kita hanya menemukan patahan pohon yang telah ditebang,” katanya.

Masyarakat di sekitar juga harus ikutserta menjaga kawasan. ”Laporkan saja kepada kami, maka tim akan segera bertindak sesuai dengan ketentuan yang berlaku di lingkungan hidup dan kehutanan,” ujar Ruah Alim Maha.

Pembalakan yang terjadi tidak terlepas berkat kerjasama yang selama ini dijalankan oleh Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi Unit IV Bintan – Tanjungpinang dengan masyarakat setempat, sehingga pencegahan dapat langsung dilakukan pada lokasi penebangan.

Salah seorang warga, Herbert, mengatakan, peranan dari pemerintah daerah harus ditingkatkan guna pengamanan di dalam kawasan hutan untuk melindungi setiap dan apapun yang ada di dalam kawasan hutan guna kelestarian alam itu sendiri.

“Saat ini peranan pemerintah daerah masih sangat jauh untuk melestarikan kawasan hutan, hal ini terlihat ketika dilapangan tidak didukungnya sarana dan prasarana yang memadai untuk perlindungan dan pengamanan didalam kawasan hutan,” kata Herbert. (Wak Zek)