GESER UNTUK BACA BERITA
KEPRI

Batasi Aksi Begal, Pemko Harus Perbanyak “LAMPU JALAN”

×

Batasi Aksi Begal, Pemko Harus Perbanyak “LAMPU JALAN”

Sebarkan artikel ini
Warga Jalan Garuda Kilometer 8 atas meminta Pemerintah Kota Tanjungpinang untuk memasang Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU). (Foto : Budi)

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Malas Baca, Tekan Ini”]

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Batasi Aksi Begal, Pemko Harus Perbanyak “LAMPU JALAN”

SIJORIKEPRI.COM, TANJUNGPINANG — Kejadian begal yang dialami Diajeng Rahmaningrum (18), mahasiswa STTI Tanjungpinang, yang tinggal di Jalan Hanjoyo Putro, Batu 9, Tanjungpinang, harus disikapi tegas aparat dan Pemko Tanjungpinang.

Salah satu solusinya adalah memperbanyak lampu jalan. “’Jika ruas jalan terang, tentu aksi begal dapat dibatasi. Kita lihat, saat malam hari, Jalan Garuda Kilometer 8, lokasi begal yang dialami Diajeng Rahmaningrum, gelap. Pemko harus pasang lampu jalan di lokasi ini,” kata Rahmadani Putra, salah satu tokoh masyarakat di kawasan tersebut, Rabu, (3/10/2018) malam.

Kawasan ini, telah beberapa kali makan korban. “Jadi kita mohon kepada pemerintah jangan sampai ada korban kembali, baru pemerintah mau pasang lampu jalan,” sebutnya.

Sebelumnya diberitakan, aksi begal mulai menjalar ke Tanjungpinang. Sasaran aksi pelaku, adalah memanfaatkan ruas jalan yang sepi. Seperti dialami Diajeng Rahmaningrum (18), mahasiswa STTI Tanjungpinang, yang tinggal di Jalan Hanjoyo Putro, Batu 9, Tanjungpinang, Senin, (01/09/2018), sekira pukul 17.45 WIB.

Menurut keterangan korban, kejadian bermula ketika ia hendak mengantar barang ke rumah kakak iparnya, yang berlokasi di belakang Hotel CK, Tanjungpinang. Karena ingin cepat sampai ke tujuan, ia mengambil jalan pintas, yakni melalui Jalan Garuda, sekitaran Tobong Bata, Kecamatan Tanjungpinang Timur.

Di lokasi Tobong Bata, kata Diajeng, sepeda motor yang ia kendarai dihadang oleh dua pria tidak dikenal. Karena posisi pelaku tepat di depan kendaraannya, dengan terpaksa ia berhenti. Saat itu, lokasi tengah sunyi, dan tidak ada seorang pun atau kendaraan melintasi di jalan sekitar Tobong Bata tersebut.

”Belum sempat menurunkan standar sepeda motor, pelaku langsung menghampiri. Salah satu mengeluarkan pisau dan langsung mengarahkan ke leher saya. Saat itu, saya hanya bisa pasrah,” ungkap Diajeng Rahmaningrum, saat Sijori Kepri, menyambangi kediamannya, Selasa, (02/09/2018) siang.

Dalam ketakutan, wanita mengenakan jilbab ini mengaku, hanya bisa berserah pada Allah. Rasa sakit atas sayatan pisau pelaku tidak ia hiraukan.

”Pelaku mengancam akan melukai, jika dompet dan Handphone saya tidak diserahkan. Karena takut, saya langsung serahkan dompet. Untung isinya tidak banyak,” kenangnya.

Setelah dompet diserahkan, pelaku memaksa minta Handphone. Karena, posisi Handphone dalam pakaian, pelaku tidak mengetahuinya. Sejurus kemudian, pelaku langsung kabur meninggalkan lokasi.

“Tanpa menghiraukan kondisi leher saya yang terasa perih, saya pun melanjutkan perjalanan menuju rumah kakak ipar saya. Sesampai di rumah, baru diketahui bahwa leher saya cedera dan mengeluarkan darah, karena sayatan benda tajam. Kemudian langsug dibawa ke rumah sakit,” kata Diajeng Rahmaningrum.

Orang tua korban, Sumeidi, mengaku sangat menyesalkan kejadian ini. Namun Ia mengaku bersyukur, anaknya tidak mengalami hal yang tidak diinginkan.

”Kita minta pelaku segera ditangkap. Karena dapat meresahkan warga. Selama ini, Tanjungpinang aman, jangan dikotori dengan aksi begal,” kata Sumeidi, ikut diamini Betty, ibunda Diajeng Rahmaningrum.

Keluarga korban melaporkan kejadian itu kepada kepolisian pada Selasa, (02/10/2018). Setelah mendapatkan laporan, jajaran Polsek Tanjungpinang Timur, langsung turun melakukan pengejaran terhadap pelaku, yang dipimpin langsung Kapolsek Tanjungpinang Timur, AKP Hendriyal.

”Kita akan tangkap pelaku,” kata Hendriyal, ditemui Sijori Kepri, di lokasi yang dicurigai tempat persembunyian pelaku.

Perwira ini belum bisa memastikan, apakah insiden yang dialami Diajeng Rahmaningrum, merupakan aksi begal. Karena praktiknya tidak ubah aksi perampasan.

”Kejadian ini jangan langsung disimpulkan begal. Kita akan selidiki kasusnya, dan mudah-mudahan pelaku segera ditangkap,” katanya. (Budi/CR-01/Wak Tung)

 

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100