[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Malas Baca, Tekan Ini”]
BPBD Tanjungpinang Gelar Pelatihan dan Peningkatan “KAPASITAS RELAWAN”
SIJORIKEPRI.COM, TANJUNGPINANG — Untuk meminimalisir kemungkinan terburuk dari sebuah bencana, tentu perlu penyelamatan lebih awal, dan biasanya kejadian bencana itu yang pertama mengetahui adalah masyarakat setempat, baru diinformasikan kepada petugas.
Untuk itulah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tanjungpinang membentuk Relawan dari masyarakat, yang direkrut dari berbagai Kelurahan untuk bekerjasama dan bersinergi dengan petugas. Oleh sebab itu, BPBD melakukan kegiatan Peningkatan Kapasitas, Kualitas, Personil dan Relawan BPBD, yang diselenggarakan di Hotel Plaza, KM. 3,5, tanjungpinang, Rabu, (18/07/2018).
Pj Walikota Tanjungpinang, Raja Ariza, yang diwakili Asisten Pemerintahan, Samsudi, dalam sambutan pembukaan kegiatan itu mengatakan, Relawan harus mengikuti pembekalan ilmu ini dengan sebaik-baiknya, karena ilmu yang bermanfaat bisa dirasakan masyarakat, maka itu menjadi amal bagi kita. Jangan kita menyia-nyiakan ilmu yang diberikan, karena orang yang baik adalah orang senantiasa menuntut ilmu dan mengamalkan dengan sebaik-baiknya.
Karena, sambung Samsudi, ilmu ini akan dipertanggungjawabkan nantinya, jadi jangan disia-siakan. Untuk itu, ini adalah kegiatan amal yang bermanfaat untuk menolong sesama kita, karena bencana bisa saja ada didepan kita. Untuk itu, kita perlu waspada.
“Saya atas nama pemerintah sangat menyambut baik kegiatan ini dan mengucapkan terima kasih bila kita bisa bersinergi dan bekerja sama, dan itu sangat penting,” ucap Samsudi.
Sementara Kepala BPBD Kota Tanjungpinang, Djafnurinsyah SE, mengatakan, dibentuknya Relawan dari masyarakat, karena mereka juga ujung tombak apabila terjadi bencana yang tidak kita sangka-sangka.
“Jadi pembelajaran yang kita berikan kepada meraka dengan maksud jika ada terjadi bencana, mereka sudah dapat mengatasi lebih awal dan melakukan tugasnya sebagaimana mestinya dengan baik, sebelum tim petugas BPBD datang,” ungkap Djafnurinsyah.
Inilah gunanya BPBD melakukan kegiatan pelatihan kepada mereka, agar tujuan relawan ini dapat tercapai dan bisa meminimaliasasi kemungkinan terburuk apabila terjadi suatu bencana.
“Saya sangat berharap peserta pelatihan dapat menerima dengan baik pelajaran-pelajaran yang diberikan oleh nara sumber. Mudah-mudahan pendidikan dan pelatihan ini bisa berkelanjutan,” harap Kadis.
Pantauan media ini, setelah pembukaan yang dilakukan oleh Samsudi, dilanjutkan dengan pelatihan teknis dengan narasumber dari SAR Tanjungpinang, yaitu T Riza, yang memaparkan salah satu materi pembelajaran, yaitu tentang Medical First Responder (MFR), yang maksudnya merespon dengan cepat dan melakukan pertolongan pertama pada korban, sebelum petugas datang ke lokasi.
“Kewajiban MFR yaitu, menjaga keselamatan diri, menjaga korban, mengenali dan mengatasi masalah yang mengancam nyawa, meminta bantuan, dan memberikan bantuan sesuai dengan keadaan korban,” jelas Riza.
Acara itu dihadiri pejabat dan staf BPBD, pemerintahan, dan sekira 80 relawan peserta pelatihan dan personil BPBD. (Wak Tung)









