– Perluasan Lahan Itu Perlu Dana Besar.
SIJORIKEPRI.COM, TANJUNGPINANG — Agar Ivent berskala Internasional, seperti IDBR (Internasional Dragon Boat Race), maupun event lainnya yang baru selesai diselenggarakan oleh (Disbudpar) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang, kedepannya mengalami peningkatan dan lebih meriah, tentu perlu dilakukan evaluasi mana yang harus ditambah atau diperbaiki, ataupun diatur.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang, Dra Hj Reni Yusneli M. TP, saat konfrensi pers mengakui, bahwa lahan yang dipakai untuk event sangat sempit, dan kedepannya diusahakan perluasan lahan, agar tidak sesak dan sembrawut.
“Namun semua itu tentu butuh dana besar (tidak sedikit), apalagi masih lahan penduduk, bukan lahan pemerintah. Kita juga harus mendekati pemilik lahan dulu, apakah mau di jual atau tidak. Kemudian harganya cocok apa tidak, dan dananya cukup apa tidak,” ujarnya, di Gedung Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, Tanjungpinang, Selasa, (23/10/2017).
Disamping itu, Reni juga mengatakan, masalah kalender pariwisata memang harus komit dan tidak merubah jadwal, karena akan mempersulit peserta, terutama peserta dari luar negeri, karena mereka juga harus mengatur cuti.
Selain itu, Reni juga menyadari, para pedagang dari masyarakat yang antusias berjualan masih belum tertata tempatnya. Kedepannya, Disbudpar akan mengupayakan tenda-tenda yang diatur rapi dan memfasilitasi dengan pihak ketiga, sehingga enak dipandang, baik pengunjung lokal maupun tamu manca negara, baik yang menonton maupun yang mengikuti event tersebut.
“Kemudian tentang kesiapan tempat ganti baju dan mandi atlit, Mushalla dan fasilitas yang belum ada, kita akan coba akomodir bisa lebih baik lagi, agar mereka merasa nyaman, karena seharian mereka disini dan dapat istirahat dengan nyaman,” katanya.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh stakeholder, termasuk wartawan dan semua pihak yang juga ikut mensukseskan kegiatan Disbudpar, baik IDBR, yang disejalankan dengan FBK (Festifal Bahari Kepri).
“Alhamduillah, saya lihat pengunjung sangat ramai dari pembukaan hingga penutupan. Kemarin ada janji dari Kementerian akan menambah lagi hadiahnya. Mudah-mudahan kedepannya, akan semakin banyak lagi pesertanya,” harapnya.
Sekretaris Disbudpar Kota Tanjungpinang, Raja Kholidin, juga menambahkan, kedepannya masalah parkir akan atur juga, dan dipersiapkan petugas khusus, agar rapi dan tidak sembrawut.
“Kalau tidak diatur seperti itu, nanti orang parkir sembarangan, bahkan bercampur kendaraan roda dua dan roda empat,” tambahnya.
Disamping itu juga, kata Kholidin, persiapan kita hanya kurang lebih 3 (tiga) minggu saja. Jadi kalau masih ada kekurangan itu biasa dan kedepannya kita evaluasi.
“Untuk kedepannya kita usahakan persiapan sekitar 2 (dua) bulan, agar lebih matang,” pungkasnya. (SK-MU)














