KEPRILINGGA

Disbudpar Lingga Persiapkan Kapal Hias “FESTIVAL BAHARI KEPRI 2016”

×

Disbudpar Lingga Persiapkan Kapal Hias “FESTIVAL BAHARI KEPRI 2016”

Sebarkan artikel ini

LINGGA (SK) — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Lingga, sedang mempersiapkan kapal hias untuk memeriahkan Festival Bahari Kepri (FBK) 2016 di Tanjungpinang Oktober mendatang. Kapal hias dengan aksesoris dan tampilan khas melayu kesultanan Riau-Lingga, akan memunculkan nilai dan filosofi melayu.

Kasi Promosi dan Pelayanan Informasi Wisata Disbudpar Lingga, Rosana, mengatakan, Disbudpar Lingga dari jauh-jauh hari telah menyiapkan diri untuk ikut memeriahkan FBK 2016 tersebut. Apalagi, Lingga nantinya akan menjadi laluan dan memiliki tiga titik labuh dalam even Sail Indonesia tersebut.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

“Untuk itu,Disbudpar telah menyiapkan kapal hias sebagai bentuk keikut sertaan Lingga untuk memeriahkan FBK 2016 mendatang, untuk hiasan dan aksesoris kapal, akan memunculkan nilai dan filosofi alam melayu,” ungkap Rosana, kepada awak media, kemarin, di Daik Lingga.

Filosofi melayu pada hiasan kapal nantinya, kata Rosana, dimunculkan melalui motif atap lipat kajang yang melambangkan keteduhan yang serius, dan juga ukiran awan larat yang melambangkan persaudaraan yang tak putus dan menjalin silaturahmi kekal berbudi, serta ditambah tiang layar yang berarti kalam melambangkan keesaan tuhan.

“Kita akan memunculkan filosofi alam melayu. Itu intinya, dan dalam waktu dekat sebelum masa pendaftaran terakhir, kami akan duduk bersama dengan para tokoh-tokoh di Lingga,
guna mencari nama terbaik untuk kapal hias tersebut, dan kapal hias tersebut akan diberikan nama yang khas dan identik dengan sejarah kejayaan bahari kesultanan melayu tompo dulu,” terangnya.

Disbudpar, lanjut Rosana, telah menyiapkan 10 nama kapal yang akan dibahas bersama Lembaga Adat Melayu(LAM), tokoh masyarakat (Tomas) serta penggiat kebudayaan di Kabupaten Lingga. Sebelum ditabalkan kami akan berpaham dulu, mungkin saja ada usul lain nanti, dan untuk nama tersebut akan diadopsi dari cerita rakyat dan sejarah kesultanan Lingga berdasarkan usulan staf Disbudpar Lingga. Kalau bentuknya, sudah disetujui Pak Wabup dan sedang disiapkan.

“Adapun 10 nama tersebut diantaranya, Sri Lanjut, Lelarum, Sri Daik, Mahmud, Penyengat, Belah Semangka, Betara Bayu, Gempita Sakti, Panah Halilintar dan Bulang Linggi,” paparnya.

Dengan mengangkat tema “Membela kedaulatan Bangsa dengan Strategi Perang Griliya Laut”, kata Rosana lagi, pihaknya berencana mengangkat sekaligus memperkenalkan sosok kepahlawanan Sultan Mahmud Riayat Syah, sebagai tokoh yang sedang diusulkan menjadi Pahlalwan Naisonal.

“Tujuannya, agar Sultan Mahmud semakin dikenal oleh masyarakat luas,” unggahnya. (SK-Pus)