LINGGA – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Lingga akhirnya mengungkap penyebab gangguan jaringan telekomunikasi yang terjadi sejak akhir Januari 2025.
Gangguan yang melanda beberapa wilayah, seperti Mensanak, Bukit Kabung, hingga Senayang, disebabkan oleh kendala pada Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) yang menjadi tulang punggung jaringan telekomunikasi di daerah tersebut.
Menurut Kepala Bidang E-Government TIK Diskominfo Lingga, Ady Setyawan, gangguan mulai terdeteksi pada 25 Januari 2025, saat sinyal BTS 4G Telkomsel tidak bekerja optimal.
Awalnya, tim menduga kendala berasal dari modul perangkat BTS, namun setelah dilakukan evaluasi lebih lanjut, ditemukan bahwa SKKL mengalami gangguan teknis, yang berdampak pada melemahnya kualitas jaringan di beberapa wilayah.
Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) merupakan infrastruktur telekomunikasi berbasis serat optik bawah laut yang menghubungkan jaringan di daratan.
Sistem ini terdiri dari beberapa elemen utama, seperti kabel serat optik dan repeater yang berfungsi sebagai penguat sinyal.
Ady menjelaskan bahwa permasalahan pada SKKL merupakan kejadian yang lazim terjadi di wilayah yang mengandalkan jaringan fiber optik bawah laut.
Namun, pihaknya telah berkoordinasi dengan Telkom dan Telkomsel untuk mencari solusi yang tepat guna memulihkan layanan telekomunikasi.
Untuk mengatasi masalah ini, Diskominfo Lingga bersama pihak penyedia layanan telekomunikasi akan menambahkan Repeater Fiber Optic di beberapa titik strategis.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kekuatan sinyal dan mengurangi potensi gangguan di masa mendatang.
“Kami sudah mengetahui indikasi penyebab gangguan ini. Penambahan Repeater Fiber Optic menjadi solusi terbaik agar sinyal di wilayah terdampak bisa kembali stabil,” ujar Ady.
Masyarakat yang terdampak menyambut baik langkah perbaikan ini. Aiman, seorang warga Mensanak, mengaku lega setelah mendapat informasi bahwa gangguan jaringan akan segera diatasi.
“Kami berharap Diskominfo dan Telkomsel segera merealisasikan solusi ini, karena sinyal yang tidak stabil sangat mengganggu aktivitas komunikasi dan internet kami,” ujarnya, Senin (10/2/2025).
Dengan adanya langkah konkret dari Diskominfo Lingga dan pihak terkait, diharapkan jaringan telekomunikasi di wilayah Mensanak, Bukit Kabung, hingga Senayang bisa kembali optimal, sehingga aktivitas masyarakat yang bergantung pada konektivitas digital tidak lagi terganggu. ***










