Gafatar Pernah Kunjungi Lingga

oleh

LINGGA (SK) — Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar), sebuah organisasi yang saat ini keberadaannya mulai dilarang di Indonesia, karena dianggap aliran sesat, dan sedang menjadi pembicaraan hangat akhir-akhir ini, karena hilangnya orang yang diduga setelah bergabung dengan organisasi ini, ternyata Gafatar ini pernah hadir di Kabupaten Lingga, bahkan, sempat mendirikan Sekertariat di Daik Lingga, sekitar Tahun 2013 lalu, saat itu, kelompok ini aktif dalam bidang sosial dan sebagai pemerhati lingkungan hidup.

“Anggota Gafatar, bersama kami waktu itu, sempat turut serta dalam kegiatan mendaki gunung,” ucap, Cipto, Ketua Harian Komunitas Pecinta Alam Lingga (KePAL), kepada wartawan, Kamis (14/1/2016).

Sekitar Tahun 2013 lalu, sebelum KePAL dibentuk, kata Cipto, saat itu baru ada komunitas Lensa yang merupakan wadah bagi mereka yang hobbi dengan fotografi di Daik Lingga, saat itu kita mengadakan kegiatan mendaki gunung Sepincan, Daik Lingga, dalam rangka untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda, untuk itu, Gafatar menerjunkan lima orang anggota mereka untuk ikut menjadi peserta.

BACA JUGA :  NII : Hati-Hati Dengan Modus “TERORIS”

“Selama dalam perjalan mendaki gunung yang ditempuh selama sebelas jam tersebut, lima orang dari komunitas Gafatar tersebut, tidak sedikit pun menyinggung pembicaraan yang menjurus kepada hal-hal aneh lainnya, apalagi masalah politik, agama atau sara, mereka hanya fokus kepada pembicaraan untuk melindungi alam,” terangnya.

Lima orang dari Gafatar tersebut, lanjut Cipto, ketika ikut dalam kegiatan mendaki gunung dipimpin oleh Arman, Namun dirinya, (Cipto-Red) memastikan jika komunitas Lensa atau KePAL tidak pernah terlibat sama sekali dengan komunitas Gafatar, baik secara organisasi maupun mengenai pandangan organisasi mereka, hal ini karena, Gafatar berdiri sendiri dan sering melakukan kegiatan sosial, tanpa ada kaitan dengan berbagai organisasi lainnya di Daik Lingga.

BACA JUGA :  Lis : Seluruh Aspirasi Warga Harus di Tampung

“Saat sekretariat Gafatar berada di Daik Lingga, tidak ada gerakan khusus yang dilakukan, seluruh anggotanya pada bidang politik, suku atau agama, mereka hanya fokus pada tindakan sosial seperti gotong royong dan mengajak masyarakat untuk menjaga alam dan lingkungan, dan kami tidak melihat sedikit pun gerakan mereka yang aneh atau mencurigakan,” ungkapnya.

Terkait sejumlah anggota Gafatar tersebut, Cipto, menuturkan, warga Daik Lingga tidak mengenal mereka satu persatu, mereka adalah warga luar Lingga, namun demikian warga sekitar saat itu tidak begitu mengambil perhatian terhadap komunitas Gafatar tersebut.

“Setelah itu, kita tidak mengetahui kemana perginya kemunitas Gafatar tersebut, karena hingga saat ini, sekretariat yang dahulunya mereka tempati terlihat kosong dan tidak ada penghuni, terlebih lagi tidak ada aktifitas sama sekali,” imbuhnya. (SK-Pus)

BACA JUGA :  KePAL Jelajah Pulau Belading
Anggota Gafatar yang pernah kunjungi Lingga (Foto: Puspandito)
Anggota Gafatar yang pernah kunjungi Lingga (Foto: Puspandito)
Shares

No More Posts Available.

No more pages to load.