GESER UNTUK BACA BERITA
KEPRIPROFIL

In Memoriam Hj Siti Halimah Tun Sa’dah Bachry “IBUNDA WALIKOTA TANJUNGPINANG”

×

In Memoriam Hj Siti Halimah Tun Sa’dah Bachry “IBUNDA WALIKOTA TANJUNGPINANG”

Sebarkan artikel ini
Lis mencium kening ibundanya. (Foto : Ist)

Oleh :  Maswito

Innalillahi Wainnaillaihi Rojiun.
“Sesungguhnya kita semua adalah milik Allah dan kita semua akan berpulang kepadanya” (Qs. Albaqarah 156)

SIJORI KEPRI — Berita duka datang dari keluarga besar Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, SH., dan Wakpolda Kepri, Kombes Pol Drs H Yan Fitri Halimansyah MH. Ibunda tercinta mereka, Hj. Siti Halimah Tun Sa’dah Binti Muhammad Bachry, Sabtu, (18/06/2016) meninggal dunia di RSUP Raja Ahmad Thabib, Tanjungpinang pada usia ke-90 tahun. Kemudian jenazahnya, Minggu, (19/06/2016) diberangkatkan dari rumah duka Perumahan Kijang Kencana 4 Blok F No.86 Tanjungpinang, ke tempat peristirahatan terakhir di pemakaman keluarga, Sei Timun – Senggarang, Tanjungpinang bakda zuhur.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Almarhumah berpulang pada 13 bulan puasa Ramadhan, dengan meninggalkan 7 orang putra dan 4 orang putri. Dari anak-anaknya, ibu yang akrab disapa Oma oleh keluarga besarnya itu, mendapatkan 38 cucu dan 46 cicit. Almarhumah sebelum wafatnya sempat dirawat di perawatan medis akibat pingsan di rumahnya. Selain itu, almarhumah juga sudah uzur pada umurnya yang 90 tahun lebih itu.

Pejuang Tanpa Pamprih

Dalam kenangan Lis, almarhumah ibunya merupakan sosok perempuan tangguh yang sangat membanggakan.

“Dalam situasi apapun Ibu tidak pernah mengeluh. Hidupnya selalu bersyukur, rendah hati, tak pernah sombong, dan berjiwa penolong. Saya sendiri malu pada ibu jika ada persoalan selalu mengeluh. Beliau tabah dan kuat sekali,” ujar Lis, sembari menyebutkan ibunya adalah sosok pejuang tanpa pamrih.

Menurut Lis, dalam lintasan sejarah perjuangan Indonesia, sosok ibunya yang lahir, Tambelan 11 Agustus 1925, adalah salah seorang tokoh pejuang dan pergerakan. Sewaktu masih berumur belasan tahun, almarhumah ibunya pernah ikut berjuang sebagai perawat. Dia pernah bertugas di daerah Wonosobo (Jawa Tengah) dan terlibat dalam perang gerilya melawan penjajah Belanda. Perannya waktu itu sebagai anggota Palang Merah Indonesia selama 1941-1943.
Pada waktu itu, almarhumah ikut mendampingi pasukan Panglima Besar Jenderal Besar Sudirman. Setelah terlibat dalam perang gerilya, almarhumah bekerja di Rumah Sakit Angkatan Darat (RSAD) di Semarang dan meminta untuk pindah tugas ke RS AD Tanjungpinang, yang saat ini menjadi RS AL dr. Midayato S.

Sampai pada 1970, almarhumah masih bekerja sebagai perawat di RS AD Tanjungpinang, sampai akhirnya mengundurkan diri karena suaminya jatuh sakit. Karena terlibat langsung sebagai perawat dalam perang gerilya, almarhumah menerima “Bintang Gerilya” dari Pemerintah Republik Indonesia. Banyak orang yang tidak tahu tentang hal ini jika saja sang anak (Lis Darmansyah, red) tidak menyampaikan riwayat hidup ibundanya kepada khalayak dan insan pers yang ikut melayat ke rumah duka.

Almarhumah tidak hanya menjadi saksi sejarah perjalanan panjang republik ini dalam merebut, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan juga menjadi simbol kesederhanaan dan suri teladan bagi masyarakat yang mengenangnya dengan baik. Pola hidup sederhana yang diterapkan almarhumah ibunya dalam berumah tangga, patut menjadi cerminan bagi generasi penerus bangsa saat ini.

Sebagai sosok pejuang, “Taman Makam Pahlawan” adalah tempat peristirahatan terakhir yang pantas untuk mengenang jasa-jasa almarhumah. Namun kata Lis, keluarga besarnya sepakat memakamkan orang yang mereka cintai itu di pemakaman keluarga.

“Itulah pilihan keluarga,” kata Lis. Lis tidak ingin berpisah dengan iibunya, kendati ibunya sudah dikandung tanah.

“Di pusara Ibu saya akan tetap mengantar doa, sampai hayat menjemput saya,” ujar Lis.

Sosok Membanggakan

Dalam kenangan Lis Darmansyah, sang anak tercinta, almarhumah ibunya merupakan sosok perempuan tangguh yang membanggakan.

“Dalam situasi apapun Ibu tidak pernah mengeluh. Hidupnya selalu bersyukur, rendah hati, tak pernah sombong, dan berjiwa penolong. Saya sendiri malu pada ibu jika ada persoalan selalu mengeluh. Beliau tabah dan kuat sekali,” kenang Lis.

Lis mengenang dalam perjalanan panjang hidupnya, hubungan dengan almarhumah ibunya sangat erat sekali. Pada periode 1992-1993, Lis menjalani hidup di London. Setelah itu, dalam rentang waktu 1993-1994, ia melompat ke Dubai Hilton International Hotel di Dubai, Uni Emirate Arab (UEA). Sebuah surat datang dari Tanjungpinang, yang berisi kabar singkat “ibunya sakit”.

Lis tak berpikir panjang, kecuali segera kemas barang dan angkat koper, pulang ke Indonesia. Ia mendampingi sampai ibunya sembuh. Namun setelah itu, sang ibu memberinya dua pilihan : orangtua atau pekerjaan.

“Saat itu, saya diberi dua pilihan oleh ibu, mau kerja atau mau pilih orangtua. Tentu saja saya pilih ibu, sebab pekerjaan bisa diganti,” paparnya.

Begitu juga ketika terjun ke dunia politik yang kini membesarkannya. Sewaktu dirinya dalam keadaan bingung, almarhumah ibunya memberikan nasehat.

“Kalau itu jalan hidupmu, kau harus berani jalani. Jangan jadi banci, tak jelas statusnya,” demikian Lis menuturkan kata-kata ibunya saat itu.

Ia menambahkan, “Surga itu di bawah telapak kaki ibu. Setelah saya tanya pada ibu, ternyata selama ini ia tidak merestui saya bekerja di bidang perhotelan. Ibu bersumpah tak setuju. Tapi tidak diucapkannya, karena waktu itu ibu membiarkan saya menjalani dulu hidup saya ini. Tapi belakangan, baru ia membuka semuanya. Karena ternyata tak ada restu ibu, tak berkahlah penghasilan saya”. Ia pun akhirnya berubah pikiran, dan menerima tawaran menjadi anggota dewan.

Jantung Hatiku

Siapa orang paling berpengaruh terhadap suksesnya perjalanan karier seseorang? Ada yang menjawab “Ibuku”. Dan, tak sedikit pula yang menyebut “Istriku”.
Jika pertanyaan itu dilontarkan kepada Lis, dia akan menjawab kedua-duanya.

“Ibuku Hj. Siti Halimatu Sa’diah binti Muhammad Bachri dan Istriku Hj. Yuniarni Pustoko Weni SH, adalah jantung hatiku. Merekalah yang memberikan kekuatan dalam setiap jejak langkahku. Merekalah yang selalu memberikan cahaya kebenaran dan inspirasi kepadaku,” katanya spontan.

Memang sulit terbantahkan bila ada yang menyebut bahwa “ada peran wanita di balik suksesnya seorang pria”. Artinya kesuksesan seorang pria tidak hanya ditentukan oleh mengkilatnya langkah yang dilakoninya, namun juga bagaimana dia mampu mendampingi pasangan hidupnya dalam mengarungi kehidupan dalam suka maupun duka.

Bagi Lis, almarhumah ibunya merupakan wanita perkasa bermental baja yang gigih dan tekun dalam mendukung setiap karier dan profesinya di tengah masyarakat. Bahkan, dalam melayani masyarakat, orang yang sangat istimewa di mata Lis ini, sering melupakan kepentingan dirinya sendiri. Sungguh luar biasa!

Mengacu kepada perjuangan dan ketegaran almarhum ibunya, Lis membangun rumah tangga bersama Weni, sapaan akrab istrinya tercinta dengan penuh kasih sayang dan tanggungjawab. Dalam mengatur rumah tangganya, kami berbagi tugas. Mereka berdua terikat dalam sebuah komitmen yang kuat untuk menciptakan keluarga harmonis.

Kasih sayang Lis tumpah ruah terhadap ibu, istri, dan anak-anak yang dicintainya. Setiap mengawali langkah atau pekerjaan, dia selalu mohon doa restu kepada ibu dan istrinya.

“Supaya rezeki yang kita dapat halal,” katanya tersenyum.

“Doa ibu selalu menyertai saya dalam keadaan suka maupun duka,” ujarnya.

Sementara Weni mengatakan, sebagai kepala rumah tangga, suami tercintanya itu selalu memberikan cahaya dalam kehidupan mereka. Kasih sayangnya tumpah kepada kami sekeluarga.

“Doa saya dan anak-anak semoga suami saya mampu menjalankan amanah yang diembankan masyarakat Tanjungpinang kepadanya,” ujar Weni.

Selamat jalan Oma, selamat jalan Hj. Siti Halimah Tun Sa’dah Bachry.***

Penulis : ASN di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Tanjungpinang

Proses Pemakaman Ibunda Walikota Tanjungpinang dan Wakapolda Kepri

 Proses pemakaian kain kafan kepada Ibunda Walikota Tanjungpinang dan Wakapolda Kepri

Pemakaman Ibunda Walikota Tanjungpinang dan Wakapolda Kepri

 Lis bersama keluarga

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100