GESER UNTUK BACA BERITA
KEPRIPOLITIK

DPRD Batam Tidak Bisa Bantu Permasalahan Sekolah Veritas

×

DPRD Batam Tidak Bisa Bantu Permasalahan Sekolah Veritas

Sebarkan artikel ini

BATAM (SK) — “Mohon maaf, kami dari DPRD Batam tidak bisa membantu Sekolah Veritas. Ijin tidak ada. Sekolah Veritas tidak memenuhi Persyaratan. Kami bantu, kami bisa masuk penjara nanti,” ujar Anggota DPRD Batam, Udin Sihaloho, pada acara Rapat Dengar Pendapat (RDP), Jumat, (22/01/2016).

Disampaikan selanjutnya oleh Udin, sebaiknya Sekolah Veritas memenuhi persyaratan terlebih dahulu, agar bisa dikeluarkan Ijinnya oleh Dinas Pendidikan, agar para anak muridnya, bisa ikut Ujian Nasional (UN) nantinya. Kasihan anak murid yang sudah masuk sekolah.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

“Setidaknya Sekolah Veritas punya Lokal masing-masing, untuk kelas 1, 2, 3, 4, 5 dan 6 harus terpisah. Status Lahan harus pasti. Kalau lahan tidak jelas, kami pun dari DPRD Batam, tetap tidak berani membantu,” tambah Udin, didampingi Anggota DPRD lainnya, Muhammad Yunus.

“Mohon maaf, kami dari Dinas Pendidikan Kota Batam, menyatakan, tetap tidak bisa mengeluarkan Ijin Sekolah Veritas, karena Sekolah Veritas, tidak memenuhi persyaratan. Tetap tidak bisa,” jelas Kasi Kurikulum Dinas Pendidikan Kota Batam, Hernowo, yang datang didampingi Staf, Marhalim.

Anggota DPRD Batam, Muhammad Yunus S.Pi.(Foto : FB/Net)
Anggota DPRD Batam, Muhammad Yunus S.Pi.
(Foto : FB/Net)

“Tadi pihak sekolah menyampaikan, bahwa anak-anak yang sekolah di sekolah Veritas adalah anak-anak yang tidak mampu. Kenapa mereka tidak diterima di Sekolah Negeri saja. Seharusnya Sekolah Negeri terima mereka,” tanya Yunus, kepada Pihak Dinas Pendidikan.

“Mereka tidak bisa diterima di Sekolah Negeri karena juga, mereka tidak memenuhi syarat. Mereka tidak punya Akte. Orang tua mereka tidak punya KTP. Pada dasarnya, kami tetap akan bantu mereka, agar mereka tetap bisa Sekolah,” Jawab Hernowo dari Dinas Pendidikan.

Sementara itu, Kepala Sekolah Veritas, Cotje Schadw, yang datang di RDP tersebut dengan didampingi TU Sekolah, Lukas AT, sangat berharap, agar Sekolahnya tetap bisa berjalan, bisa mengikuti Ujian Nasional, walaupun ditumpangkan, demi anak-anak muridnya.

“Kami sih berharap, Sekolah kami tetap bisa berjalan, anak-anak kami tetap bisa belajar bersama kami, mereka bisa ikut Ujian Nasional seperti anak-anak murid di Sekolah lainnya. Mereka rata-rata dari keluarga tidak mampu. Kasihan,” harap Cotje dan Lukas. (SK-Nda)

 

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100