Masyarakat Pekajang Minta Tower Telpon Seluler di Fungsikan

oleh

LINGGA (SK) — Masyarakat Desa Pekajang Kecamatan Lingga, pertanyakan Tower yang telah dibangun pemerintah daerah hingga saat ini belum berfungsi, karena belum ada operator seluler yang mau menggunakannya, tentu saja masyarakat Desa Pekajang marasa semakin terisolasi.

Abdul Sadar, Kepala Desa Pekajang, mengatakan masyarakat Desa Pekajang yang terdiri dari 139 Kepala Keluarga (KK) dan 513 jiwa, saat ini kesulitan untuk menjalin komunikasi keluarganya didaerah lain, dikarenakan tidak adanya jaringan telepon seluler di desa tersebut.

“Imbasnya, desa pekajang tertinggal dari daerah lainnya, kemajuan desa pun terhambat, karena sarana komunikasi di desa pekajang sangat terbatas,” ujar Sadar, Senin (16/03/2015) lalu.

Dikatakan, untuk berkomunikasi masyarakat Desa Pekajang memanfaatkan layanan telepon satelit, yang dipunyai salah seorang warga, namun penggunaan telepon tersebut biayanya sangat mahal, bagi masyarakat awam tak terjangkau untuk menggunakannya,

“Untuk penggunaan telepon satelit mencapai Rp 8 ribu per menitnya. Jadi masyarakat sangat kesulitan untuk menghubungi anak mereka yang bersekolah diluar. Dan terkadang yang lebih parah lagi telepon satelit ini sering gangguan,” ucap Sadar lagi.

BACA JUGA  Pembangunan Tower di Meral Barat “ILEGAL”

Sadar mengaku, tidak mengetahui pembangunan tower tersebut secara pasti, apakah pembangunannya melalui dana APBD atau APBN, saat akan membangun tower tersebut dirinya diminta untuk menyiapkan lahan oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga, kala itu yang menjabat Kepala Dishub adalah Muzammil.

“Masyarakat Desa Pekajang hanya berharap tower tersebut dapat difungsikan, sehingga jalinan komunikasi dengan daerah lainnya menjadi lancar,” harapnya. (SK-Pus)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.