Penumpang Istiqomah Kecewa “HAMPIR LONCAT ke LAUT”

oleh
Ilustrasi (Sumber foto : Liputan6)

LINGGA (SK) — Salah seorang penumpang speedboat rute Pancur – Tanjungpinang, hampir saja melompat kelaut. Pasalnya, Speedboat dengan nama Istiqomah yang ditumpanginya tersebut urung menyinggahi pulau-pulau tujuan transit. Aksi akan melompat kelaut diperairan laut Sebung tersebut, akhirnya berhasil digagalkan oleh sejumlah penumpang speedboat lainnya.

Dari informasi yang berhasil dihimpun awak media dari salah seorang penumpang yang ikut berangkat menggunakan jasa transportasi laut rute Pancur – Senayang – Tanjungpinang, Rabu, (13/07/2016), Aksi warga yang masih belum diketahui inisialnya tersebut, merupakan bentuk protes terhadap armada transportasi laut Istiqomah yang urung menyinggahi pulau – pulau rute transit awal, karena alasan kapasitas penumpang sudah penuh. Tentunya hal ini membuat banyak pengguna jasa transportasi laut di pulau-pulau rute persinggahan speedboat Istiqomah kecewa.

Mustazar Mustafa, Staf Khusus Bupati Lingga, Bidang Sosial dan Ketenagakerjaan yang kebetulan berada di kapal tersebut, turut menyampaikan rasa kekecewaannya.

“Banyak yang menilai armada ini tak profesional dengan menghilangkan rute transit ke pulau-pulau sekitar, saat Kapal overload,” ujarnya melalui telepon seluler, Rabu, (13/07/2016).

Sampai pada jadwal keberangkatan hari ini (Rabu), kata Mustazar, arus balik Idul Fitri yang menggunakan jasa transportasi laut rute ini masih cukup banyak, sehingga kapal yang hanya satu – satunya melayani rute ini selalu penuh setiap harinya. Kondisi tersebut membuat speedboat route Pancur – Senayang – TPI itu, tidak dapat menyinggahi dan mengangkut penumpang di pulau-pulau.

“Masyarakat pulau kecewa betul dengan pelayanan transfortasi laut rute ini.
Seharusnya, perusahaan yang melayani rute ini dapat mengantisipasi lonjakan penumpang lebaran dan arus balik dengan menambah armada speedboat, atau menyiapkan kapal feri yang lebih besar,” terangnya.

Memang selama ini, lanjut Mustazar, speedboat Istiqomah menyinggahi pulau-pulau sekitar jika kondisi penumpang sedikit. Sejak dari Pancur, pihak speedboat telah mengumumkan tidak menyinggahi pulau, dikarenakan penumpang Pancur penuh.

“Kalau penumpang Pancur dan Senayang sedikit, pulau-pulau disinggahi. Jika penumpang Pancur banyak, pulau-pulau tidak disinggahi, itu kan tidak profesional,” ungkapnya.

Dengan adanya insiden yang hampir saja menelan korban, tambah Mustazar, hal ini sepatutnya menjadi pelajaran bersama bagi pihak perusahaan bersama Pemerintah, melalui dinas terkait harus segera mengambil kebijakan untuk memperbaiki kondisi ini. Hendaknya ada solusi dari perusahaan dan pihak perhubungan khususnya, guna mengantisipasi lonjakan penumpang ini, jangan sampai orang pulau jadi korban.

“Sudah saatnya perusahaan pelayaran rute ini menyediakan kapal yang lebih besar, agar penumpang di pulau-pulau dapat ikut menikmati akses pelayanan ini, tanpa di kucilkan saat kapal overload,” unggahnya. (SK-Pus)

Click to rate this post!
[Total: 1 Average: 5]