Petugas Jarang Ditempat, Mercu Suar Mati

oleh

LINGGA (SK) — Sebuah Mercu Suar merupakan hal yang sangat penting bagi pelayaran, boleh dikatakan Mercu Suar adalah lampu yang berpungsi mengatur lalu lintas kapal yang sedang berlayar, serta kapal yang sedang berlayar mengetahui kearah mana yang mereka menuju, namun apa jadinya bila Mercu Suar tersebut tidak menyala alias padam, tentu sangat membahayakan bagi sebuah pelayaran.

Kepala Dusun (Kadus) Desa Berhala, Idris mengatakan, sejak beberapa bulan terakhir, petugas yang menjaga Mercu Suar tersebut saat ini sudah jarang berada di tempat, sehingga lampu Mercu Suar tersebut sering mati, karena sering kehabisan bahan bakar. Bahan bakar yang diperuntukan untuk operasional Mercu Suar itu dicuri oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

BACA JUGA :  Desa Penaga Bintan, Sukses Lakukan “PANEN PERDANA”

“Mercu suar tersebut barada dipulau tersendiri yang berdekatan dengan Pulau Berhala, masyarakat setempat menyebut pulau tersebut yakni, Pulau Lampu, lalu lintas kapal di jalur perairan ini cukup ramai berlalu lalang, selain berguna bagi pelayaran sebuah kapal nelayan, juga memanfaatkan lampu ini untuk mencari arah mereka pulang melaut pada waktu malam,” ungkap Idris, kepada wartawan, Senin (20/4/2015) melalui telepon selularnya.

Dikatakan, dalam bulan ini saja telah dua kali lampu suar tidak menyala, karena bahan bakar minyak dicuri orang tidak bertanggung jawab. Sebagai kepala dusun dirinya merasa bertanggungjawab, namun tidak mengerti mau mengadu kemana.

“Penjaga Mercu Suar baru terlihat saat kapal yang pembawa bahan bakar yang menjadi kebutuhan Mercu Suar tersebut datang, Namun saat kapal yang mengantar bahan bakar tersebut berangkat lagi, petugas Mercu Suar pun pergi meninggalkan tempat tugasnya,” lanjutnya.

BACA JUGA :  Ekspedisi Gurindam Sakti 2016 Berakhir di Pulau Berhala

Saya meminta, agar instansi terkait segera melakukan evaluasi terhadap petugas penjaga Mercu Suar yang sering meninggalkan tempat tugasnya.

“Sebagai Kepala Dusun yang setiap hari melihat ini merasa prihatin dengan kondisi ini,” paparnya.

Untuk informasi, Mercu Suar yang berada di Pulau Lampu Desa Berhala ini, di bangun oleh Residen Netscher di Lingga pada tanggal 24 Nopember 1858, Mercu Suar tersebut berfungsi untuk mengatur lalu lintas, serta untuk keselamatan dan keamanan pelayaran diselat Berhala, selain itu, Mercu Suar tersebut merupakan salah satu bukti otentik bahwa Pulau Berhala masuk dalam wilayah Kabupaten Lingga. (SK-Pus)

Shares

No More Posts Available.

No more pages to load.