SIJORIKEPRI.COM, BATAM — Masalah Ojek di Kota Batam terus saja bergulir semakin ruwet dan ribet. Dimana permasalahan tersebut disinyalir bisa memicu ketidakamanan Kota Batam yang terdiri dari berbagai latar belakang masyarakatnya.
Berbagai suku dan agama ada di Batam, berbagai lulusan pendidikan, berbagai tingkatan ekonomi, berbagai watak dan karakter, serta berbagai kemauan dan keinginan. Seperti halnya Ojek Pangkalan dan Ojek on Line.
Antara Ojek Pangkalan (Opang) dan Ojek on Line (Go-Jek), punya juga kemauan dan keinginan yang tidak sama. Perbedaan pendapat terus saja terjadi di antara mereka, sehingga bisa rawan bentrokan. Tidak aman.
Ojek Pangkalan demo dan juga mengadu ke DPRD Batam di Komisi I yang di terima oleh Ketua Komisi I Budi Mardianto, dan begitu juga Gojek mengadu ke DPRD Batam di Komisi IV, yang di terima oleh Joko Mulyono.
Hingga pada akhirnya, digelarlah Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di Ruang Komisi I DPRD Batam, dengan agenda permasalahan Ojek On Line, Rabu, (07/06/2017), yang di pimpin oleh Harmidi Umar Husein.
Berbagai pihak di undang di RDPU tersebut. Wakapolresta Barelang, Dinas Perhubungan, perwakilan Ojek Pangkalan, Gojek dan juga Wakjek. Intinya, pada pihak terkait ada semua di RDPU tersebut. Masing-masing bicara.
Namun demikian, pembicaraan nampaknya berjalan begitu alot, sehingga Opang Group keluar ruangan rapat. Mereka merasa, bahwa keinginan dan kemauan mereka yang meminta Gojek tidak bisa operasi, tidak di respon.
“Demam lah saya. rekaman saya. Apa itu, susah tahu mereka itu maling semuanya. Gimana pajak. Gimana perusahaan Gojegnya,” teriak Pakdhe dan juga Gondrong, di Halaman DPRD, usai keluar ruangan hendak pulang.
Sebelumnya, Wakapolresta Barelang, AKBP Muji Supriyadi SH, telah memerintahkan jajarannya, untuk segera menangkap dan memproses, siapapun yang melakukan tindak anarkis, demi keamanan dan kenyamanan Kota Batam.
“Tangkaaap segera dan proses langsung, siapapun yang lakukan anarkis. Batam harus kondusif,” tegas Wakapolresta Muji, yang masih berada di ruang rapat, hingga rapat berakhir, tanpa rombongan Opang. (SK-Nda)














