GESER UNTUK BACA BERITA
BATAM

Kasus Diabetes Anak Naik, Dewi Ansar Minta Orang Tua Waspadai Obesitas Sejak Dini

×

Kasus Diabetes Anak Naik, Dewi Ansar Minta Orang Tua Waspadai Obesitas Sejak Dini

Sebarkan artikel ini
Kasus Diabetes Anak Naik, Dewi Ansar Minta Orang Tua Waspadai Obesitas Sejak Dini
Kasus Diabetes Anak Naik, Dewi Ansar Minta Orang Tua Waspadai Obesitas Sejak Dini. (Foto : Iw)

BATAM – Lonjakan kasus diabetes pada anak menjadi perhatian serius Ketua TP PKK Provinsi Kepulauan Riau sekaligus Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Provinsi Kepri, Dewi Kumalasari Ansar. Dalam kegiatan seminar kesehatan di Wyndham Panbil, Sabtu, 16 Mei 2026, ia mengingatkan pentingnya pengendalian obesitas dan pola hidup sehat sejak dini.

Menurut Dewi, perubahan pola penyakit kronis kini mulai banyak menyerang anak-anak dan remaja. Kondisi itu dinilai perlu menjadi perhatian bersama karena menyangkut masa depan generasi muda.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

“Anak-anak adalah harapan, cahaya, dan masa depan bangsa. Senyum mereka adalah kebahagiaan bagi keluarga, dan kesehatan mereka adalah tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Ia menjelaskan berdasarkan data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tahun 2023, prevalensi diabetes pada anak mengalami peningkatan signifikan. Kasus paling banyak ditemukan pada kelompok usia 10 hingga 14 tahun dengan persentase mencapai 46 persen.

Tak hanya itu, kasus diabetes anak juga disebut lebih banyak dialami anak perempuan dengan angka mencapai 59,3 persen. Mayoritas kasus merupakan diabetes tipe 1, namun obesitas dinilai menjadi faktor risiko kuat terhadap diabetes tipe 2 pada anak.

Dewi menilai kondisi tersebut tidak bisa dianggap sepele. Ia mendorong seluruh pihak mulai dari keluarga hingga tenaga kesehatan untuk melakukan intervensi sejak dini melalui edukasi dan penerapan pola makan sehat pada anak.

Selain diabetes, Dewi juga menyoroti meningkatnya kasus kanker pada anak di Indonesia. Berdasarkan data IDAI tahun 2020, terdapat sekitar 11.156 kasus baru kanker anak setiap tahun.

Kasus tersebut didominasi leukemia, kemudian limfoma dan kanker otak. Namun, hanya sekitar 20 persen kasus yang berhasil terdeteksi dan mendapatkan penanganan akibat keterbatasan fasilitas kesehatan serta rendahnya kesadaran masyarakat.

Menurutnya, edukasi kesehatan menjadi langkah penting agar masyarakat lebih memahami gejala awal penyakit kronis pada anak sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

“Kami memberikan apresiasi kepada IDAI Kepri, seluruh dokter spesialis anak serta tenaga kesehatan yang selama ini tidak hanya memberikan pengobatan, tetapi juga menghadirkan harapan bagi anak-anak dan kekuatan bagi para orang tua yang sedang menghadapi masa sulit,” katanya.

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan Seminar Awam bertema Kenali Diabetes dan Keganasan pada Anak serta pengukuhan Pengurus Yayasan Kanker Indonesia Kota Batam periode 2026-2031 yang diketuai Erdawati.

Dewi berharap YKI Kota Batam dapat bersinergi dengan organisasi profesi seperti IDAI dalam menyusun program preventif, promotif hingga rehabilitatif bagi masyarakat.

“Ini menjadi awal lahirnya semangat baru dalam memperkuat pelayanan sosial, edukasi kesehatan, dan kepedulian kemanusiaan di tengah masyarakat, khususnya di Kota Batam,” ujarnya. ***

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100