Sesuai dengan prinsip Catur Darma yang melakat pasa Perguruan Tinggi UIR, yakni Pendidikan, Penelitian, Pengabdian dan Dakwah Islamiah yang menjadi identitas UIR.
Untuk mewujudkan itu, saat ini UIR memiliki 559 Dosen. Dimana 133 Dosen Tamatan S3 (Doktoral), 13 orang Guru Besar dan seluruh tenaga pengajar Pasca Sarjana merupakan lulusan S3.
“Ini sebagai motivasi bagi kami untuk meyakinkan Pemerintah Daerah kalau UIR bisa,” ujar Prof. Yusri.
Lebih jauh dijelaskan, saat ini UIR memilki 7 Program Study (Prodi) yang dapat dimanfaatkan untuk mempercepat akselerasi pembangunan di Meranti, seperti Ilmu Hukum, Ilmu Pemerintahan, Ilmu Administrasi, Agronomi, Bisnis, Teknik Sipil, serta program Doktoral Ilmu Hukum.
“Ini merupakan modal kami untuk merefleksikan tatanan kehidupan dengan mencerdaskan kehidupan bangsa dan kerjasama dengan Pemerintah Daerah adalah salah satunya,” papar Yusri Munaf.
Ditambahkan Wakil Rektor Prof. Syafhendri, setelah 28 tahun berdiri, UIR telah memiliki beberapa beberapa Prodi unggulan, yakni Pertanian yang mengantongi Akreditasi A, Perikanan dan Perairan, Teknik Geologi serta Informasi Teknologi.
“Ilmu yang ada di Prodi ini dapat dikembangkan untuk membangun daerah dan masyarakat Meranti,” ucapnya.
Setelah mendengarkan semua penjelasan dari pihak UIR, Bupati Meranti, Drs. H. Irwan M.Si, kembali mengucapkan apresiasi kepada seluruh Civitas UIR yang telah berhasil menjadikan UIR sebagai salah satu Kampus terbaik di Riau.
Sejauh ini, diakui Bupati, meski belum dilakukan kerjasama secara formal, namun Pemkab Meranti telah banyak memanfaatkan tenaga dosen di UIR untuk mengkaji berbagau persoalan daerah. Salah satunya dalam merancang dan menyusun Peraturan Daerah. Begitu juga dengan Fakultas Teknik Desain, khususnya dalam rencana pembangunan jembatan dan pelabuhan untuk mewujudkan program merangkai pulau menjadi satu kesatuan.














