SMP Negeri 7 Tanjung Pinang Gelar Workshop Pengembangan Musik Tradisi Bagi Pelajar

oleh
Pengalungan tanda peserta Workshop Pengembangan Musik Tradisi oleh Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Kota Tanjung Pinang, Endang Susilawati. (Foto : Ist)

Sijori Kepri, Tanjung Pinang — SMP Negeri 7 Tanjung Pinang menggelar kegiatan Workshop Pengembangan Musik Tradisi bagi pelajar SMP Negeri 7 Tanjung Pinang. Kegiatan yang mengangkat tema Menunas Bunyi Tanjung Pinang 2021 ini, dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Kota Tanjung Pinang, Endang Susilawati, ditandai dengan pengalungan tanda peserta secara simbolis kepada para peserta, di SMP Negeri 7 Tanjung Pinang, Selasa, (16/11/2021). 

Endang Susilawati, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Hal ini tidak terlepas dari sejumlah prestasi dalam bidang seni musik tradisional yang beberapa kali diraih oleh para siswa siswi SMP Negeri 7 Tanjung Pinang sebelumnya.  

“Atas nama Pemerintah Kota (Pemko) Tanjung Pinang, saya merasa bangga dan haru atas penampilan serta prestasi bidang seni musik tardisi yang pernah di raih oleh para siswa siswi SMP Negeri 7 Tanjung Pinang sebelumnya,” kata Endang Susilawati.  

Endang juga tidak lupa mengingatkan bagi para siswa yang hadir dalam kegiatan ini untuk tetap menjaga protokol kesehatan (Prokes), sehingga dapat mencegah timbulnya penyakit Covid 19 yang hingga saat ini masih belum berakhir.

“Jangan lupa selalu jaga protokol kesehatan, karena kondisi Covid 19 saat ini masih belum usai. Tatap terus raih prestasi dan berinovasi dan jangan pernah bernah berhenti. Sukses selalu bagi anak-anak ibu, jangan lupa selalu berikhtiar kepada Allah Yang Maha Kuasa agar apa yang diharapkan dapat dijabah oleh-Nya,” ujar Endang.  

Sementara, Kepala SMP Negeri 7 Tanjung Pinang, Rahamati, memaparkan, tentang latar belakang pelaksanaan kegiatan workshop tersebut setelah 4 (empat) tahun berturut-turut, SMP ini meraih prestasi, bahkan terpilih mewakili tingkat nasional dalam bidang seni musik tradisional  

“Dengan peraihan prestasi yang diraih tersebut, maka pemerintah pusat memberikan apresiasi dalam bentuk bantuan dana melalui BOS Kinerja. Salah satu syaratnya, di sekolah tersebut minimal ada 3 siswa yang berprestasi di tingkat nasional. Alhamdullilah, ini prestasi yang pertama kali diberikan oleh pusat prestasi nasional untuk SMP Negeri 7,” kata Rahmawati.

Rahmawati juga menjelaskan, bahwa di Indonesia terdapat sekitar 264 sekolah dan untuk Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), hanya 2 (dua) sekolah yang diberikan dan salah satunya SMP Negeri 7 Tanjung Pinang, serta kedua SD di Kabupaten Bintan.  

“Prestasi 2021 ini diberikan atas raihan pada 2020 lalu. InsyaAllah tahun 2022 SMP 7 kembali mendapatkan lagi, karena tahun 2021, kita juga mendapatkan kemenangan mendali emas atas penampilan terbaiknya,” jelas Rahmawati.  

Guna nemperatahan prestasi tersebut, lanjut Rahmawati, maka pusat prestasi nasional memberikan bantuan hanya bisa dipergunakan untuk kelengkapan alat musik yang dibutuhkan dan tidak boleh digunakan untuk keperluan kegiatan bidang lainnya.  

“Terhadap bantuan tersebut, maka para pembina di sekolah ini telah merancang untuk membelikan alat musik diperlukan sesuai standar nasional. Sebab peralatan yang ada saat ini di SMP 7, menurut para pembina musik, belum begitu memadai,” pungkasnya. (Red)

No More Posts Available.

No more pages to load.