Tanjungpinang Masuki Musim Hujan

oleh

– Waspadai Petir dan Angin Kencang

TANJUNGPINANG (SK) — Wilayah Kota Tanjungpinang dan sekitarnya beberapa bulan kedepan memasuki musim hujan. Hal tersebut diperkirakan Badan Meteorology Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kota Tanjungpinang.

Prakirawan Stamet BMKG Kota Tanjungpinang Bhakti Wira Kusumah mengatakan, jika dilihat dari beberapa bulan lalu, yang lebih dominan itu angin dari utara atau bisa disebut Monsun Asia. Namun saat ini angin utara itu sudah mulai melemah dan angin selatan sudah mulai masuk .

“Kondisi peralihan ini berdampak pemanasan yang tidak merata, yang mengakibatkan massa udara dingin dan panas akan bersinggungan pada wilayah yang sempit dan menyebabkan turbulensi udara, sehingga akan menimbulkan terjadinya awan-awan konvektif yang cukup banyak dengan periode tumbuhnya yang cukup cepat seperti awan Cumulus Congestus dan Cumulonimbus,” jelas Bhakti saat dijumpai Sijori Kepri, Kamis (23/04/2015).

Dilanjutkan, kondisi pralihan ini juga mengakibatkan fenomena cuaca yang ekstrim, seperti panas terik kemudian tiba-tiba hujan lebat dengan periode yang singkat dan juga disertai dengan angin kencang dan petir.

BACA JUGA  Akibat Hujan Deras Jembatan Penghubung Ambrol

“Tipe awan ini kadang-kadang bersifat lokal, jadi dampak yang ditimbulkan itu biasanya hanya local, jadi contohnya jika dalam satu wilayah dalam satu kepulauan terkena dampaknya. Maka diwilayah lain yang berada dipulau yang sama tidak terkena dampak dari awan tersebut . Kondisi ini diperkirakan akan bertahan hingga bulan Mei mendatang, dan di bulan berikutnya potensi ini diperkirakan akan menurun.” Jelasnya kembali.

Bhakti juga menambahkan tentang gelombang yang berada dilaut anambas dan natuna, karena adanya peralihan ini membuat angin melemah, terjadinya gelombang itu secara umum dipengaruhi oleh angin.

“Menurut prakiraan untuk gelombang didaerah Natuna dan Anambas, diperkirakan 7 hari kedepan sangat kondusif, dimulai dari tanggal 23 – 24 April indikasi gelombang hanya 0,8 hingga 1,3 meter dan dari tanggal 25 – 29 April indikasi gelombang disekitar Anambas dan Natuna tidak terlalu meningkat jauh hanya berkisar diantara 1 -2 meter saja,” pungkas Bhakti. (SK-DAS)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.