Warga Dabo Keluhkan Air PDAM Berlumpur

oleh

LINGGA (SK) — Sejumlah warga Dabo mengeluhkan pelayanan Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM), hal ini dikarenakan air yang mereka terima di rumah mereka berwarna kekuning-kuningan dan bercampur lumpur.

Muslim, Warga Pasir Kuning merasa kesal saat ia bangun pagi dan mau mandi melihat air di dalam bak penampungan dirumah berwarna kuning dan berlumpur.

“Setiap bulannya yang saya bayar air, tapi kenapa lumpur yang diantar ke rumah saya,” ucapnya kesal, Senin (16/03/2015).

Kita minta pihak PDAM segera membersih bak penampungan mereka, sehingga masyarakat pelanggan PDAM tidak merasa kecewa dengan pelayan yang diberikan PDAM.

“Sebagai pelanggan PDAM apa bila kita terlambat dalam membayar tentunya kita kena sanksi, bahkan bisa saja dilakukan pemutusan oleh pihak PDAM bila tidak membayar sampai batas waktu yang di tentukan, tapi kalau air seperti ini yang kita terima hendaknya PDAM bertanggung jawab,” lanjutnya.

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, Sazali, Kepala PDAM Tirta Dharma, Dabo Singkep, mengakui kesalahan dipihaknya, terkait air yang diterima warga berwarna kekuning-kuningan, hal ini dikarenakan, pada malamnya turun hujan yang cukup deras.

BACA JUGA  Pipanisasi PDAM Tirta Dharma Akan Diganti Tahun Ini

“Biasanya bila hujan turun dengan deras dalam perhitungan kita 4 jam setelah itu air akan menjadi keruh, namun kondisi hujan turunnya di malam hari, hanya dalam waktu 2 jam air yang berwarna keruh sudah sampai di bak penampungan yang berada di Kampung Boyan, sehingga Staff kami belum sempat menutup kran masuk ke bak penampungan, sehingga air menjadi keruh berwarna kekuning-kuningan,” jelasnya kepada SijoriKepri, Senin (16/03/2015) diruang kerjanya.

Sazali juga mengatakan, sebenarnya kita telah memiliki filter untuk membersihkan air yang masuk ke bak penampungan, namun sampai saat ini belum bisa kita gunakan, karena belum ada penyerahan dari Pemkab Lingga ke PDAM Tirta Dharma, karena filter pembersih air tersebut proyek pengerjaannya selesai pada akhir 2014 lalu, merupakan bantuan dari Pemerintah Pusat dengan biaya Rp3 Miliyar lebih,

“Karena belum adanya penyerahan dari Pemkab Lingga ke PDAM kita belum berani menggunakannya, kita kuatir terjadi masalah atau terjadi kerusakan, sementara penyerahannya belum ada,” imbuhnya. (SK-PUS).

 

No More Posts Available.

No more pages to load.