LNGGA (SK) — Kabupaten Lingga, untuk pertama kalinya mengirimkan 8 orang remaja yang putus sekolah, 2 putri dan 6 putra Kabupaten Lingga, untuk ikuti pelatihan Program Panti Sosial Bina Remaja (PSBR) dari Kemensos RI, di Pekanbaru, Provinsi Riau.
Kepala Seksi Sosial, Kelurahan Sungai Lumpur, Adhe permana putra, mengatakan, program PSBR ini memang setiap tahunnya merekrut anak remaja putus sekolah yang usianya dibawah 18 tahun, untuk mengikuti pelatihan berbagai keterampilan di Pekanbaru selama 6 bulan. Setiap Provinsi mengirimkan 10 orang peserta remaja putus sekolah. Untuk tahun ini, kita bersyukur 8 orang remaja putus sekolah dari Kabupaten Lingga khususnya Dabo Singkep, dapat mengikuti pelatihan ini.
“Sebelumnya, kita kabupaten Lingga belum pernah mengirimkan remaja putus sekolah untuk mengikuti PSBR, karena sebelumnya pesertanya dari Kabupaten lain yang ada di Provinsi Kepri. Pelatihan PSBR ini dua kali dalam setahun, dari bulan 1 hingga bulan 6 dan pada priode kedua dari bulan juli hingga bulan Desember,” terangnya diruang kerjanya di Kelurahan Sungai Lumpur, Jumat, (22/07/2016).
Di Provinsi Kepri, perekrutan remaja putus sekolah ini oleh Dinas sosial Provinsi Kepri. Dan Dinsos Provinsi inilah, yang setiap tahunnya melakukan perekrutan remaja putus sekolah di setiap Kabupaten. Dengan kreteria remaja tersebut memang putus sekolah, serta dari kalangan kurang mampu. Untuk biaya semua peserta telah ditanggung. Untuk remaja kita, akomodasi dari Lingga ke Provinsi serta uang saku untuk mereka ,kita yang membantu. Untuk akomodasi dan yang lainnya ke Pekanbaru, itu ditanggung oleh Dinsos Provinsi. Setelah mereka ikut pelatihan PSBR di Pekanbaru, semua biaya dari akomodasi, makan dan tempat tinggal sudah ditanggung oleh Kemensos.
“Semua biaya telang ditanggung selama mereka mengikuti pelatihan. Kita harapkan, remaja kita yang ikut pelatihan ini juga dapat membawa nama baik untuk Provinsi Kepri, karena selama ini setiap mengikuti pelatihan PSBR, Provinsi Kepri salalu masuk dalam tiga besar,” paparnya.
Diharapkan, setelah selesai mengikuti pelatihan tersebut, lanjut Adhe, mereka bisa mandiri. Paling tidak dapat membuka peluang kerja bagi diri mereka sendiri, dan mengaplikasikan apa yang mereka dapat selama mengukuti pelatihan, karena setelah selesai ikut pelatihan tersebut, mereka akan dapat fasilitas alat-alat pelatihan apa yang mereka ikuti. Dalam pelatihan PSBR ini, pelatihan yang dapat diikuti peserta yakni, Salon, Menjahit, Las dan Bengkel. Untuk 8 remaja kita yang mengikuti pelatihan ini, 1 orang mengikuti pelatihan Salon, 1 orang pelatihan Menjahit, 3 orang pelatihan Las dan 3 lagi mengikuti pelatihan Bengkel.
“Untuk 8 orang remaja kita ini, kebetulan mereka dari Kelurahan Sungai Lumpur. Setelah selesai nanti, remaja ini akan bergabung dengan Karang Taruna Kelurahan Sungai Lumpur, karena kita juga telah melakukan kerjasama dengan Karang taruna. Nanti, jika sudah selesai tidak punya tempat untuk memulai pekerjaan, Karang taruna yang akan menyiapkan tempat bagi mereka,” unggahnya. (SK-Pus)







