Beras di Lingga Langka

oleh

– Warga Minta Adanya Operasi Pasar.

LINGGA (SK) — Pemerintah Daerah (Pemkab) harus segera mengambil langkah guna menghindari habisnya stok beras di Daik, hanya beberapa toko saja yang masih mempunyai stok beras pada empat hari terakhir ini pun semakin menipis, bila hal ini tidak ditanggapi dengan segera bisa saja bahan kebutuhan masyarakat tersebut akan menghilang dan membuat warga resah.

“Beras merupakan kebutuhan pokok bagi masyarakat Daik, biasanya pasokan beras dari Pancur, Kecamatan Lingga Utara, dengan terbatasnya stok beras dari distributor Pancur lansung mempengaruhi stok beras di Daik, karena di Daik memang tidak ada distributor yang langsung mendatangkan kebutuhan bahan pokok langsung dari Batam atau Tanjungpinang,” sebut Yan, salah seorang warga Daik Lingga, Kamis (2/4/2015) lalu.

BACA JUGA :  9.749 KK Akan Terima “HIBAH BAWANG MERAH dan RASKIN”

Kelangkaan beras mulai terasa bagi warga Daik Lingga, ditoko-toko yang menjual berbagai kebutuhan masyarakat, beras mulai tidak kelihatan lagi karena mulai kehabisan stok beras, masih ada beberapa toko yang masih menjual beras, namun telah menaikan harga kenaikannya berkisar antara Rp 1.000 hingga Rp 2.000 per kilonya.

“Mereka beralasan kenaikan tersebut karena naiknya harga BBM, kita berharap Pemkab Lingga melalui instansi terkait melakukan operasi pasar, selain itu  berkordinasi dengan pihak Badan Urusan Loigistik (Bulog) untuk menghindari kelangkaan beras di Daik Lingga,” lanjut yan.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkops) Kabupaten Lingga, Muzamil Ismail, menuturkan, untuk mengatasi kelangkaan akan kebutuhan beras di Lingga, pihaknya telah berkoordinasi dengan Disperindag kabupaten/kota dan Provinsi Kepri, guna mencari solusinya.

BACA JUGA :  Harga Bahan Pokok di Tanjungpinang Tidak Stabil

“Kita telah menggelar pertemuan bersama untuk mengatasi kelangkaan beras, dan juga kita akan mengusulkan kepada pemerintah pusat agar membuka kran impor beras kembali,” ucap Muzamil, kepada wartawan.

Permintaan dilakukannya operasi pasar untuk mengatasi kelangkaan beras di Lingga, Muzamil mengatakan, tidak dapat menerapkannya di Lingga, dikarenakan berbagai kendala yang dihadapi dalam melakukan operasi pasar, mengingat rentang kendali daerah Lingga yang jauh antara satu dengan yang lainnya.

“Letak geografis Lingga yang terdiri dari pulau-pulau menyebabkan biaya transportasi yang dikeluarkan terlalu tinggi, ditambah lagi birokrasi yang panjang,” jelas Muzamil.

Diharapkan, masyarakat Lingga dapat sedikit bersabar hingga pemerintah dapat mengeluarkan kebijakan untuk mengatasi kelangkaan beras di Lingga, Disperindag saat ini, telah berupaya dan terus berkordinasi dengan instansi terkait di Kepri.

BACA JUGA :  Riono: Manfaatkanlah Bantuan Sesuai Dengan Kebutuhan Usaha

“Kami telah berkordinasi dengan Disprindag Kepri, Bea Cukai dan instan lainnya, paling tidak untuk kebutuhan Sembako ada kebijakan untuk itu,” paparnya. (SK-Pus).

Shares

No More Posts Available.

No more pages to load.